Komisi Komunikasi Sosial adalah perangkat keuskupan yang membantu karya penggembalaan Uskup dalam pemanfaatan teknologi komunikasi dan media massa sebagai sarana pewartaan iman kepada umat dan masyarakat guna membangun sinergi antara Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Bogor dengan komsos yang berada di paroki se-keuskupan Bogor maka pada 21 Juli 2018 diadakan temu Komsos se-Dekanat barat. Pertemuan yang bertempat di Aula Gabriel Paroki Kristus Raja-Serang ini dihadiri 8 orang dari Paroki Kristus Raja Serang serta 4 orang dari tim Komsos Keuskupan.

Ketua Komisi Komsos Keuskupan Bogor RD. David Lerebulan sekaligus Vikaris Paroki St Thomas Kelapa Dua menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah   dalam rangka safari Dekanat untuk pertemuan Komsos Keuskupan dengan komsos-komsos yang ada di paroki yang merupakan pertemuan episode ke-4 untuk menyempurnakan pertemuan yang sudah terlaksana di Dekanat Tengan, Dekanat Selatan dan Dekanat Utara yaitu sharing bersama paran komsos di keuskupan dan komsos di paroki berkaitan dengan pewartaan iman katolik. Yang bisa hadir hanya dari tuan rumah sehingga lebih tepat disebut kunjungan pastoral ke paroki.

Harapan dari pertemuan ini agar terjalin kerja sama yang baik antara Komsos Paroki dan Komsos Keuskupan sehingga berita-berita yang termuat di media keuskupan tidak hanya berita mengenai kegiatan bapak uskup tetapi apa yang diharapkan babak uskup adalah berita-berita yang muncul adalah berita-berita paroki. Sayangnya paroki-paroki masih memiliki keterbatasan menuliskan berita.

Keuskupan mempunyai wepsite yang memuat berita-berita terupdate mengenai kegiatan yang ada di keuskupan. Bapak uskup sering mengupdate berita ini dan sering melihat ada berita apa yang masuk. Keluhan dari bapak uskup adalah minimnya berita-berita paroki yang masuk ke wepsite keuskupan, sehingga kesannya hanya bapak uskuplah yang mempunyai nilai jual untuk pemberitaan tersebut. Bahkan komisi-komisipun sering kali kegiatan-kegiatannya kurang terupdate. Harapannya adalah dari wepsite ini berita yang muncul bukan hanya berita keuskupan tetapi berita-berita dari komisi, artikel-artikel, kebijakan-kebijakan mengenai keuskupan sehinga semua bisa dapatkan termasuk jadwal agenda bapak uskup. Agenda tersebut memudahkan kita untuk mengikuti kegiatan seputar bapak uskup.

Tim dari komsos keuskupan mempunyai keterbatasan tenaga untuk mengikuti bapak uskup sehingga apabila ada agenda bapak uskup yaitu ke paroki-paroki, sekolah, rumahsakit, lembaga hidup bakti yang ada di keuskupan, maka para kontributor inilah yang memiliki peran penting ketika bapak uskup berkunjung, bukan hanya mensiarkan fotonya tatapi juga mensiarkan beritanya.

Lebih jauh RD. David Lerebulan mengatakan bahwa media yang berada di keuskupan adalah berita dari media Online dan majalah Mekar. Tentumya kedua media ini mempunya perbedaan. Berita majalah Mekar adalah 2 bulanan. Maka tidak bisa dipandang sebagai berita terupdate. Majalah Mekar lebih komprehensif, lebih panjang dan mendetail. Tatapi media online adalah berita yang langsung tersaji kepada para umat yaitu berita yang cepat langsung diakses di HP atau alat komunikasi lainnya.

Mendasari pertemuan kita hari ini adalah perintah dari Yesus “pergilah keseluruh dunia dan beritakanlah injil”. Di jaman sekarang hal ini sangatlah mudah yaitu dengan melalui sosial media maka anda bisa pergi ke penjuru dunia untuk mewartakan seluruh kisah, segala cerita, berita dan informasi

Pertanyaannya adalah pewartaan seperti apakah yang harus diberitakan supaya:

  1. Membuat orang tahu,
  2. Ada efek atau tidak untuk orang yang membaca berita kita.

Ketika membuat sebuah berita bukan sekedar membuat umat tahu tetapi membuat umat tergerak untuk melakukan sesuatu, menggerakan hati umat baik itu bertobat, bertindak atau melakukan tindakan-tindakan yang berkaitan dengan iman kekatolikan.

  1. Cukup sherkan yang anda suka, kalau anda tidak suka maka jangan disebarluaskan.

Harapan agar komsos mengimbangi berita-berita yang negatip dengan berita-berita yang positip.

Lebih lanjut romo David menekankan bahwa Komsos Paroki harus bersinergi dengan komsos keuskupan. Artinya komsos Paroki bukan menjadi komsos dalam kerajaan-kerajaan kecil (dalam artian tidak ada hubungannya dengan komsos lain sehinga beritanya seolah-oleh miliknya sendiri). Dengan saling bersenergi maka beritanya lebih banyak dan lebih bervariasi. Kekurangannya adalah sejauh mana umat kita atau orang muda kita memiliki “semangat jurnalistik” Karena: 1) Orang senang mengfoto tapi tidak senang menjelaskan, 2) Senang foto tapi tidak suka menulis

Mengakhiri ulasannya romo David menyampaikan titip salam dari bapak uskup untuk pertemuan seperti ini dan berterimakasih kepada  anda semua yang hadir disini yang sudah mampu dan mau untuk berpastoral di paroki (membantu para pastor) untuk mewartakan dalam bidang komsos.

 By. Komsos Paroki Kristus Raja – Serang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here