Lilin Paskah

Malam Paskah atau biasa disebut dengan Vigili Paskah (berasal dari kata vigilis bahasa latin)  yang berarti berjaga-jaga atau bersiap-siap. Sehingga pada perayaan malam Paskah ini kita berjaga-jaga bersama Yesus dan bersiap-siap menantikan peralihan Yesus dari alam kematian menuju kehidupan. Berbeda dengan suasana Sabtu Sunyi yang hening, malam Paskah adalah saat dimana kita merasakan sukacita sambil berjaga-jaga menantikan kebangkitan Tuhan.  Yesus yang wafat akhirnya beralih dari alam kematian menuju kebangkitan. Saat Malam Paskah,  umat Katolik juga akan mengenangkan kembali Sakramen Babtis yang telah diterima. Sakramen Baptis sendiri merupakan tanda diterimanya kita sebagai anggota keluarga Gereja Katolik, karena itulah, Malam Paskah selalu dirayakan secara meriah.

Umat direciki air Suci

Pada Perayaan Paskah ini, umat diajak untuk melakukan pembaharuan janji babtis. Saat mengucapkan pembaharuan janji babtis, umat memegang lilin yang telah dinyalakan menggunakan api yang berasal dari lilin Paskah. Pembaharuan janji babtis ini menjadi tanda kesiap-sediaan kita untuk berbalik dari segala dosa kita dan kembali kepada Tuhan. Setelah mengucapkan pembaharuan janji babtis, umat akan direciki dengan air suci.

Paduan suara Paroki Kristus Raja Serang saat Malam Paskah

Perayaan paskah kali ini, Gereja Kristus Raja-Serang tidak melakukan upacara penerimaan Sakramen Babtis karena pembaptisan dan penerimaan sudah diadakan seminggu sebelumnya yaitu pada Minggu Palma (14 April 2019) sore.

Perayaan Vigili paskah dipimpin oleh RD. Stefanus Maria Sumardiyo Adipranoto sebagai selebran utama didampingi  RD Stefanus Edwin Tecoalu dan RD. Bartholomeus Wahyu Kurniadi sebagai konselebran.

Dalam homilinya, romo Sumardiyo menyampaikan bahwa kini kita dalam perjalanan Sinode ke-2 Keuskupan Bogor. Kita diajak oleh bapak Uskup untuk bangkit dan berjalan bersama untuk merajut persaudaraan sejati, hidup dalam kebersamaan guna menemukan berbagai  kebutuhan-kebutuhan pastoral yang kiranya akan diterapkan di Keuskupan, di Paroki, stasi, wilayah dan lingkungan kita.

Menurut romo Sumardiyo, paroki dikatakan ramah lingkungan hidup jika : SATU: Gerakan pastoral ekologis yang akan menciptakan paroki yang ramah lingkungan dan menjadi salah satu bahasan yang direnungkan oleh para imam yang berkarya di Keuskupan Bogor bersama bapak Uskup. KEDUA: Dalam paroki tersebut tercipta sebuah interaksi, timbal-balik saling menyapa antar imam, umat beserta seluruh lingkungan pendukung sekitarnya dunia flora, fauna, tanah air serta lingkungan sosial kita. Untuk itu diperlukan upaya kesinambungan dan kerja sama yang baik bagi seluruh umat dikawasan Paroki Kristus Raja –Serang ini.

Petugas Perayaan Paskah

Gereja mengajak untuk untuk mewujudkan karya penebusan Tuhan ini maka  marilah kita mulai dari timgkat keluarga, rukun, lingkungan, wilayah, stasi dan paroki untuk menciptakan Paroki Kristus Raja ini menjadi paroki yang hidup dan berguna. Kita hidupkan halaman kompleks Gereja Paroki menjadi rumah kita bersama. Bapa Paus Fransiskus mengajak kita untuk menjaga bumi rumah kita bersama dengan mengubah gaya hidup kita yan kadang-kadang merusak ekosistim termasuk kawasan halaman gereja kita ini. Kita akan mengupayakan untuk bebas rokok, mengurangi penggunaan plastic, mengurangi penggunaan air bersih dan juga kertas. Kita ciptakan di paroki kita ini taman pelatihan ekologi. Para Pastor hendaklah  juga tidak memiliki perbedaan persepsi soal ekologi, artinya ketika nanti dimutasi tidak mempersulit atau tidak kaget dengan paroki masing-masing.

Romo Sumardiyo kembali menekankan beberapa point yang perlu kita perjuangkan agar Paroki kita menjadi hijau dan berguna yaitu:: SATU; Adanya biro Ekologi dibawah PSE, DUA: Tersedia cukup tempat sampah sesuai fungsi dan sistim pengolahannya, TIGA: Kesadaran memilih dan memilah sampah-sampah yang kita  buang ditempat yang telah tersedia, EMPAT: Kebersihan got dan saluran air, LIMA: Tidak lagi menggunakan rantong plastik dan styrofoam, ENAM: Rawatlah tanaman dikompleks gereja kita ini, TUJUH: Tersedianya media katekese ekologi atau hal-hal yang berkaitan dengan ekologi, DELAPAN: Tersedianya resapan air yang cukup dan memadai, SEMBILAN: Pojok reparasi Ekologi

Mengakiri homilinya romo mengajak umat untuk membangun paroki kristus Raja – Serang, mulai dari diri kita sendiri dengan melakukan, mewujudjkan serta mempropagandakan ekologi, sehingga dengan demikian apa yang menjadi harapan bapak uskup, mari kita wujudkan di paroki tercinta kita ini.

Perayaan Paskah anak

Pada perayaan Minggu Paskah, misa dikhususkan pada anak-anak. Hal ini terlihat dari petugas koor, persembahan serta ruangan dalam gereja dipadati oleh anak-anak. Perayaan Ekaristi Minggu paskah dipersembahkan oleh RD. Stefanus Maria Sumardiyo Adipranoto.

SELAMAT HARI RAYA PASKAH BUAT UMAT KOTOLIK KRISTUS RAJA-SERANG. (Komsos Paroki KRS)

Petugas Koor dari OMK
Petugas Koor dari Wilayah Cikande

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here