Setelah pelaksanaan Sinode ke-2 Keuskupan Bogor secara resmi dibuka pada 22 Februari 2019 yang bertemakan “Sukacita sebagai Communio yang Injili, Peduli, Cinta Alam dan Misioner”.  maka tibalah saatnya Paroki Kristus Raja – Serang melaksanakan sinode tingkat Paroki yang dihelat pada Sabtu, 02 Maret 2019 di Aula Alexander. Acara ini dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok dewasa dan kelompok OMK. Terlihat umat begitu antosias materi yang dipaparkan oleh RD. Habel Jadera bersama tim dari Keuskupan.

Materi yang diberikan dibagi dalam beberapa session dan tiap session dilakukan sharing sision dengan tujuan mengajak peserta untuk berbagi pemikiran dan pendapat. Session-session tersebut adalah : Sesi SATU: Keluarga. Keluarga adalah tempat ditanamkannya nilai-nilai hidup yang luhur. [bdk. Amoris Laetitia], Orangtua (dalam keluarga) adalah pemegang peranan penting untuk memberikan teladan bagi anak-anaknya melalui kesaksidan dan perilaku hidupnya. [bdk. Amoris Laetitia.

Pada sesi ini pemandu memberikan beberapa pertanyaan kepada para peserta yaitu Sukacita apa yang Anda rasakan sebagai Keluarga Katolik?, Apa keprihatinan dan tantangan yang dihadapi Keluarga Katolik saat ini? Apa yang harus dilakukan?, Hal apa yang Anda pikirkan tentang pastoral keluarga kita – apa yang harus dimulai, apa yang perlu dilanjutkan?, Apa peran teknologi dalam kehidupan Keluarga Katolik saat ini? Bagaimana seharusnya memanfaatkan teknologi tersebut?, serta upaya apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan Keluarga Katolik di dalam masyarakat?

Sesi DUA ; Pendidikan : Pendidikan Katolik dimaksudkan untuk mendampingi anak didik agar mengalami kepenuhan dalam Tuhan dan memperoleh keselamatan. [bdk. Dok. Sekolah Katolik], Pendidikan adalah bagian dari karya perutusan Gereja. [bdk Gravissimum Educationis], Pendidikan Katolik memiliki peran penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya. [bdk. Dok. Sekolah Katolik], {Oleh karenanya} Pendidikan Katolik harus diperjuangkan untuk terus-menerus hadir di sepanjang zaman, betapa pun kesulitan yang dihadapi. [bdk. Dok. Sekolah Katolik]

Pada sesi ini juga pemandu memberikan beberapa pertanyaan kepada para peserta: Sukacita apa yang Anda rasakan dengan Pendidikan Katolik saat ini?, Apa keprihatinan dan tantangan yang dihadapi Pendidikan Katolik saat ini? Apa yang harus dilakukan?, Apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan keterlibatan umat dalam pengembangan pendidikan Katolik?, Hal apa yang perlu dilakukan dalam tata pastoral pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Katolik?, Apa peran teknologi dalam pendidikan Katolik? Bagaimana seharusnya teknologi dimanfaatkan untuk hal tersebut?

Sesi TIGA Lingkungan Hidup : Bumi dan lingkungan hidup adalah saudara dan saudari bagi manusia. Keduanya saling bergantung dan mempengaruhi. Bumi dan lingkungan hidup mengalami ancaman kerusakan akibat pola hidup manusia yang tidak lestari. [bdk. Laudato Si], Bahwa Injil menghendaki agar manusia “bijak” mengelola alam semesta – bukan merusaknya – melainkan memelihara alam ciptaan secara lestari. [bdk. Laudato Si], Bahwa perlu upaya sadar dari setiap orang untuk memilih mengambil peran positif dalam rangka menyelamatkan lingkungan hidup. [bdk. Laudato Si]

Pada sesi ini juga  pemandu memberikan pertanyaan yang sama kepada para peserta : Sukacita apa yang Anda rasakan dengan lingkungan yang kita tinggali saat ini?, Apa keprihatinan dan tantangan yang dihadapi lingkungan hidup kita saat ini? Apa yang harus dilakukan?, Apa yang perlu dilakukan umat untuk terlibat aktif dalam pelestarian lingkungan hidup? Hal apa saja yang perlu dimulai, apa yang perlu dihentikan?, Hal apa yang perlu dilakukan dalam tata pastoral kita untuk meningkatkan keterlibatan umat dalam pelestarian lingkungan?

Sesi EMPAT Sosial Kemasyarakatam: Bahwa kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang pada zaman sekarang – terutama yang miskin dan menderita – adalah kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan murid Kristus. [bdk. Gaudium et Spes], Bahwa kebersamaan (dengan orang lain) adalah panggilan manusia dalam rencana Allah. [bdk. Gaudium et Spes], Bahwa hendaknya setiap umat beriman berusaha bekerja sama dengan semua orang yang berkehendak baik untuk memajukan apapun yang benar, adil, dan suci. [bdk. Apostolicam Acuositatem], Bahwa umat beriman hendaknya berbakti kepada bangsa dan negara dan menunaikan kewarganegaraannya dengan baik. [bdk. Apostolicam Acuositatem]

Pertanyaan yang diajukan pemandu apada sission ini adalah : Sukacita apa yang Anda rasakan dengan situasi sosial kemasyarakatan kita saat ini?,  Apa keprihatinan dan tantangan yang dihadapi lingkungan kehidupan sosial kemasyarakatan kita saat ini?, Apa yang harus dilakukan umat untuk terlibat aktif dalam hidup sosial kemasyarakatan? Hal apa saja yang perlu dimulai, diteruskan, dihentikan?, Hal apa yang perlu dilakukan dalam tata pastoral kita untuk meningkatkan keterlibatan umat dalam sosial kemasyarakatan?

dari pantauan kami, peserta sangat antosias dalam mengikuti dan berperan aktif menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pemandu. Hai ini juga diamini oleh RD. Habel Jadera. Beliau mengatakan bahwa pelaksanaan Sinode di Paroki Kristus Raja – Serang  merupakan pelaksanaan Sinode yang perdana untuk tingkat paroki dan pelaksanaannya sangat baik mulai dari persiapan tempat acara serta kepanitiaannya sehingga bisa dijadikan contoh pelaksanaan sinode di  paroki – paroki yang lain.

Untuk diketahu bawa sosialisasi pelaksanaan Sinode II Keuskupan Bogor di paroki Kristus Raja – Serang diadakan pada Minggu, 24 Februari 2019, yaitu setelah perayaan Ekaristi. Semua umat diajak untuk menyanyikan Mars Sinode. Setelah usai misa, umat dihimbau untuk menandatangani papan komitmen Paroki Kristus Raja – Serang untuk sinode II Keuskupan Bogor yang dimulai dari pastor paroki, RD. Stefanus Maria Sumardiyo, RD. Edwin, Pengurus DPP dan DKP dan juga umat Paroki. (Komsos kristus Raja – Serang)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here