Pemberkatan Kandang Natal oleh Pastor Paroki RD. Stefanus Maria Sumardiyo Adipranoto

Natal merupakan perayaan kelahiran Tuhan Yesus. Inilah perayaan penuh sukacita atas kedatangan Tuhan, Sang Juru Selamat, yang berkenan menjadi manusia lemah dan miskin.  Perayaan misa pada malam Natal ini dihadiri  seluruh umat Katolik yang dating dari berbagai tempat di kawasan Paroki Kristus Raja – Serang aau menurut pastor paroki dinamakan ASMARA CINTA (Anyer, Serang, Merak, Cilegon, Cikande (perbatasan dengan Tangerang)). Sekitar 5000 umat memadati baik dalam gereja, pendopo, aula Alexander serta tenda yang sudah disiapkan panitia.

Misa Perayaan Natal dipersembahkan oleh RD. Stefanus Maria Sumardiyo Adipranoto selaku selebran utama dan didampingi konselebran RD. Bartholomeus Wahyu Kurniadi, RD Stefanus Edwin Tecoalu seta romo Warsito

Perayaan misa Malam Natal (Vigili Natal) di paroki Kristus Raja – Serang dipersembahkan oleh RD. Stefanus Maria Sumardiyo Adipranoto selaku selebran utama dan didampingi konselebran RD. Bartholomeus Wahyu Kurniadi, RD Stefanus Edwin Tecoalu seta romo Warsito

Petugas Liturgi

Perayaan Vigili Natal dimulai pukul 19.00. Perayaan diawali dengan perarakan memasuki gereja, selanjutnya dibacakan maklumat kelahiran Tuhan Yesus Kristus. Setelah maklumat kelahiran Yesus Kristus, para petugas liturgi, romo, wakil ketua DPP dan perwakilan umat bersama-sama menuju gua Natal dimana bayi kanak-kanak Yesus terbaring di palungan. Romo dan para petugas liturgi serta perwakilan umat tadi kemudian berdoa sesaat di depan gua Natal, setelahnya gua Natal tersebut diberkati dengan air suci oleh romo dan selanjutnya dilakukan perayaan ekaristi.

Umat begitu antosias mengikuti perayaan Vigili Natal

Dalam homilinya romo Sumardiyo mengatakan bahwa Perayaan Natal adalah bagian yang tidak terpisahkan dari iman Kristiani. Bagi umat Katolik, perayaan ini bukan sekedar perayaan biasa. Dalam peristiwa Natal terkandung suatu  sejarah keselamatan manusia yang dikerjakan oleh Allah dengan mengutus putra tunggal-Nya yaitu Yesus Kristus. Misteri inilah yang dirayakan dalam peristiwa Natal ini. Perayaan Natal selalu memberikan kekhasan bagi seluruh umat manusia.  Kekhasan misteri Natal maupun misteri Paskah yaitu satu dan sama yakni perayaan penyelamatan manusia. Natal  merupakan perayaan karya penebusan sedangkan Paskah merupakan perayaan puncak karya keselamatan Allah lewat misteri wafat dan kebangkitan Kristus. Maka misteri perayaan Natal dan paskah tidak bisa dipisahkan karena keduanya merupakan sumber sekaligus puncak karya keselamatan Allah atas manusia.

Menurut romo, perayaan Natal kali ini sangat amyar. AMYAR disini mengandung arti : (A): Adven (masa sebelum Natal). Berlangsung selama 4 minggu sehingga perayaan Natal bisa dipersiapkan dengan baik dan sungguh hati. Berbagai kegiatan dilakukan guna menyambut perayaan Natal yakni yang bersifat rohani (Sakramen Tobat,  Aksi Adven Pembangunan) serta bersifat jasmani (membuat kandang/gua Natal, membuat pohon Natal dan berbagai hidangan roti dan kue Natal). (M): Misteri. Dalam keseluruhan pandangan theologis tentang Natal, kita melihat  perayaan Natal sekaligus merupakan awal mula kehidupan Gereja Kristus. Kristus merupakan pokok pangkal kehidupan baru umat Kristiani. (Y): Yesus Sang Juru Selamat yang lahir bagi kita. (A): Animasi atau Animator. Hal ini  mengatakan kepada kita mengenai suatu animasi atau animator bagi langkah hidup kita. Perayaan Natal bermakna sebagai berita suka cita yaitu Tuhan menjadi sama dengan kita manusia. Yesus itu Tuhan dan sosok sahabat yang menyeruhkan pesan kasih Allah. Kasih itulah yang  menggerakkan hati Allah bapa untuk mengutus Putra tunggal-Nya datang ke dunia dan memberikan hidup-Nya agar manusia memperoleh keselamatan. (R): Rayakan Natal dengan hati suka cita dan penuh syukur.

Pertanyaan : Apa tugas kita sebagai murid dan pengikut Kristus? Dalam telaah iman kita, tidak tepat kita memandang Allah sebagai tiruan diri kita. Justru berkat misteri Natal itu menghidupkan kembali Yesus yang selalu hadir dalam diri kita dengan sikap-Nya yang penuh kasih, sederhana dan mau bersahabat dengan siapapun juga. Yesus datang untuk menjadi sahabat bagi semua orang. Demikian kita diutus, hiduplah sebagai sahabat bagi setiap  orang tanpa sekat, diskriminasi, curiga atau terpaksa. Semoga bentuk kehidupan ini membawa kebaikan dan kasih bagi manusia, bagi alam semesta dan bagi kehidupan ekologi  dalam setiap dimensi. Kita bisa memulai dari keluarga kita yang merupakan sekolah kehudup yang pertama. Marilah kita kenang nilai nilai persaudaraan sejati, nilai-nilai persahabatan yang dikehendaki oleh Kristus. Jangan kita memandang perbedaan sebagai penghalang.

Sebelum mengakhiri homilinya romo Sumardiyo mengajak umat untuk menyambut Sang Immanuel didalam hati, keluarga, lingkungan dan paroki. Semoga Ia akan menjadi pendorong, pemberi semangat agar kita sungguh mampu mewujudkan persahabatan  bagi semua orang.

Petuga Koor Vigili Natal dari OMK Paroki

Sudah lasim di paroki Kristus Raja – Serang, bahwa kepanitiaan Natal ataupun Paskah dipercaayakan kepada beberapa lingkungan. Begitu juga pada perayaan Pesta Nama Pelindung Paroki dan Natal tahun 2019 ini dipercayakan kepada 3 Lingkungan yaitu Lingkungan St. Matius, St. Agustinus dan St. Angela. Ketiganya berada di Stasi St. Micael – Cilegon. Menurut bapak Frandy Seda selaku ketua panitia, setelah mendapat tugas dari pastor Paroki dan DPP, terbentuklah kepanitiaan Pesta Nama dan Natal  dan langsung bekerja untuk mensukseskan kegiatan Pesta Nama Pelindung Paroki dan perayaan Natal.

Ketua FKUB Propinsi Banten beserta rombongan berkenan hadir dan memberikan selamat Natal kepada umat Paroki
Petugas Koor pada Misa Natal tanggal 25 Desember 2019 oleh anak-anak

Tema umum perayaan Natal tahun ini adalah “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang”. Menurut bapak Frandy, merayakan Natal dalam terang kasih ilahi,  menawarkan persahabatan dan berlandaskan cintakasih merupakan panggilan bagi kita untuk keluar dari sekat-sekat suku, budaya, agama dan lain-lain. Bagi umat Katolik panggilan tersebut merupakan panggilan untuk menjadi murid sejati yang mempraktekkan cintakasih dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga, gereja dan masyarakat. Pesan Natal 2019 adalah pesan persahabatan yang membawa kita kembali kepada sejarah bersama bangsa Indonesia, cinta kita bersama dan perjuangan bersama bagi kemanusiaan dan bagi Indonesia yang bermartabat.

Selaku panitia Pesta Nama dan Natal tahun ini, bapak Frandy berharap agar untuk kepanitiaan yang akan  datang harus berani untuk berinovasi tetapi tetap berada dalam hirarki dan dalam tradisi Gereja serta lebih melibatkan orang muda sehingga mereka mempunyai ruang yang khusus buat kemajuan gereja kita. Artinya teman teman muda lebih dilibatkan dan bertanggungjawab dan dikasih kepercayaan yang lebih banyak lagi.

Selamat Natal 2019 dan Selamat Tahun Baru 2020

By KOMSOS Paroki Kristus Raja – Serang