MINGGU PRAPASKAH KE V – 2 APRIL 2017

Tema “Akulah kebangkitan dan hidup! Percayakah engkau akan hal ini?

Kita memasuki Minggu Prapaskah V. Dalam Bacaan I, Nabi Yehezkiel melukiskan keadaan bangsa Yahudi dalam pembuangan dan terjajah di Babilonia. Dalam abad VI sebelum Kristus, situasi dan kondisi keadaan mereka digambarkan bagaikan kubur. Namun Allah menghidupkan mereka kembali dan membawa kembali ke Tanah Airnya. Injil Yohanes mewartakan Kabar Gembira kepada kita, apabila kita seperti Marta dan Maria percaya kepada Yesus sebagai Mesias, akan dibangkitkan kembali dari kematian kita, baik yang badani maupun yang rohani.

Kisah pembangkitan Lazarus ini terasa panjang dan menegangkan. Ini merupakan puncak tanda kesungguhan Yesus sebagai Mesias, sang pemberi dan penyelamat hidup. Suatu ironi, teka-teki, Yesus yang datang untuk memberi hidup, tidak lama kemudian mengalami kematian di salib! Teka-teki itu dijawab Yesus dengan fakta lain : “Kebangkitan Lazarus dan kebangkitan Yesus sendiri!” Kepada Marta Yesus berkata: “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati, dan setiap orang yang percaya kepada-Ku tidak akan mati selama-lamanya” (Yoh 11:25).

Lalu Ia bertanya: “Percayakah engkau akan hal ini?” Pertanyaan Yesus kepada Marta itu sekarang pun ditujukan kepada kita. Bukankah jawaban Marta juga merupakan jawaban kita? “Ya, Tuhan, kami percaya, meski kami menghadapi hidup penuh keraguan dan ketakutan dalam kegelapan hati dan pikiran. Kami percaya kepada-Mu, sebab Engkau menyampaikan sabdaMu tentang kehidupan kekal. Kami ingin tetap percaya kepada-Mu, karena Engkau menganugerahkan kepada kami suatu harapan penuh kepastian akan hidup sesudah hidup kami sekarang ini. Suatu hidup yang utuh di dalam Kerajaan-Mu.

Maka kita harus berani mengakui, seperti Marta dan Maria berkali-kali mengungkapkan kata atau keluhan yang pahit dan kehilangan harapan ini: “Tuhan, seandainya Engkau ada di sini” (Yoh 11:32). Dalam Injil hari ini Yohanes berkata: “Ketika Yesus melihat Maria menangis…, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu” (Yoh 11:33).

Maka tertulis juga: “Maka Yesus menangis!” Inilah kiranya secara sangat singkat namun sangat kena terlukiskan Kabar Gembira pesan Injil Yohanes tentang Yesus sebagai Penyelamat kita! Injil hari ini mewartakan kepada kita, bahwa Yesus menunjukkan kepada kita Allah adalah seorang pribadi yang bersatu dengan kita dalam penderitaan, kesedihan, dukacita bahkan kematian! Kita harus menyadari kebutuhan mutlak untuk bangkit kembali dengan penuh harapan. Yesus berkata: “Akulah kebangkitan dan hidup!” Percayakah engkau akan hal ini?” (Yoh 11:25-26).

BERKAH DALEM
RD St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here