MINGGU PRAPASKAH II – 12 MARET 2017
“DI MANA ADA KASIH DI SITULAH ALLAH HADIR”

Ketiga bacaan hari ini cukup pendek, pesannya sama, yaitu kita sebagai orang beriman diajak untuk selalu taat dan setia kepada Allah dan Yesus. Dalam Perjanjian Lama (PL) disebut tokoh Abraham, yang selalu mendengarkan dan melaksanakan Sabda Allah.

Dan dalam Perjanjian Baru (PB) tokoh Yesus, yang di atas puncak bukit Tabor ditegaskan sebagai Putera Allah, yang harus selalu didengarkan dan dilakukan Sabda-Nya. Seperti di dalam PL, Abraham telah mengubah total perjalanan sejarah Israel, demikian pula Yesus dalam PB mengubah arah seluruh perjalanan hidup kita di dunia ini. Khususnya dalam masa pantang dan puasa ini, kita diajak mengenal dan meneladani pribadi Abraham dan Yesus.

Abraham: dipanggil Allah supaya demi kehendak-Nya ia meninggalkan segala ikatannya dengan apapun: keluarga, suku, milik dan tanah airnya. Ia harus pergi ke tanah yang tidak dikenalnya. Sekaligus Allah menjanjikan kepadanya berkat luhur, bahwa ia akan menjadi bapak suatu bangsa besar dengan segala keturunannya.

Dari Bacaan I tentang Abraham itu kita dapat mengetahui, bahwa Israel sebagai bangsa terpilih tidak pernah lepas dari perlindungan Tuhan. Bangsa ini dipanggil Allah bukan hanya untuk menyelamatkan keberadaannya sendiri, melainkan juga diutus untuk menyelamatkan bangsa lain. Abraham melakukannya tuntutan itu. Yesus: Injil hari ini berbicara tentang Yesus.

Melihat tokoh Abraham sebagai “bapak kaum beriman“, kita bertanya kepada diri kita: apakah saya seperti Abraham juga sadar dipanggil Allah untuk melaksanakan suatu tugas perutusan? Abraham mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakan perintah-Nya. Apakah kita juga mendengarkan Allah dalam diri Yesus, Putera-Nya? Abraham serius mendengar-kan sabda Allah dan pergi meninggalkan Tanah Airnya menuju Tanah Terjanji. Seriuskah kita mendengarkan Sabda Yesus dan melaksanakan perintah-Nya.

Injil hari ini menerangkan siapa dan apa yang dilakukan Yesus, seperti dahulu dilakukan oleh Abraham. Yesus dua kali diberi penegasan (di sungai Yordan dan di gunung Tabor): Ia adalah Putera Allah, yang berkenan kepada-Nya. Dengan keyakinan itu Yesus tidak mundur dan tetap berjalan, yang harus ditempuh-Nya menuju Yerusalem untuk mati di salib dan sebagai Almasih Ia akan bangkit.

Inilah pelajaran yang diberikan Yesus kepada ketiga murid-Nya di gunung Tabor: Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu kepada para rasul-Nya, dan juga kepada kita semua yang mau mengikuti Dia. Kebangkitan Yesus, yang adalah kebangkitan kita juga sebagai keselamatan abadi kita dengan Allah.

BERKAH DALEM
RD St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here