MINGGU PASKAH IV (MINGGU PANGGILAN) – 7 MEI 2017

Pada hari Minggu Paskah IV ini ditetapkan sebagai Minggu Panggilan atau Minggu Gembala Baik. Tema Minggu Panggilan ke 54 ini “Roh Gerakkan Misi“. Gereja mengajak kita berdoa secara khusus bagi bertumbuh dan berkembangnya panggilan imam dan biarawan-biarawati. Dengan harapan semoga semakin banyak kaum muda yang tergerak hatinya untuk mempersembahkan diri untuk melayani Tuhan dan sesama dengan menjadi imam, bruder atau suster.

Dalam Minggu Panggilah ini Bapa Suci Fransiskus menyampaikan harapan dan pesan: “Semoga Tuhan memberi kita imam-imam yang terpesona pada Injil, dekat dengan semua saudara-saudarinya dan menjadi tanda yang hidup akan cinta belas kasih Allah.” Tuhan Yesus adalah pintu dan gembala yang baik bagi domba-domba seperti dikisahkan dalam Injil (Yoh 10:1-10). Dalam minggu panggilan ini Bapa Suci menyatakan bahwa promosi panggilan itu harus dilandasi dengan doa kontemplatif yang konstan. Promosi panggilan itu harus dipupuk, dan dipelihara dengan kesetiaan mendengarkan Sabda Allah dan kehangatan relasi dengan Tuhan.

Marilah dalam perayaan Ekaristi hari ini kita mendengarkan ketiga bacaan Kitab Suci, yang berbicara tentang seorang gembala. Khususnya dalam Injil Yohanes, Yesus memberi keterangan tentang ciri-ciri seorang gembala baik, namun sekaligus tentang seorang gembala yang tidak baik, yang disebut-Nya sebagai seorang perampok ataupun pencuri.

Namun bukan hanya si gembala yang menjadi sasaran ajaran Kristus, domba-dombanya pun yakni kita semua, diandaikan juga mempunyai sifat-sifatnya yang baik. Di zaman sebelum Yesus, perhatian, tanggung-jawab dan sifat lemah-lembut Allah terhadap ciptaan-Nya dilukiskan dengan gambaran seorang gembala. Gembala dan kawanan dombanya digambarkan seperti dalam menghadapi hidup di daerah padang pasir yang kering, untuk mencari padang rumput hijau. Si gembala melindungi gerak perjalanan domba-dombanya melawan gangguan dan menuju ke arah ladang yang subur, agar dapat hidup.

Karya penyelamatan Kristus itu diteruskan oleh para imam. Segenap keluarga Katolik tidak boleh bersikap netral atau acuh tak acuh terhadap kewajiban mereka ikut melengkapi kebutuhan Gereja dengan tenaga-tenaga pastoral. Mereka harus membangkitkan, memupuk dan menyumbangkan panggilan imam dalam keluarga bagi pelayanan pastoral Gereja. “Selamat Hari Minggu Panggilan“. Amin.

BERKAH DALEM

RD St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here