Minggu Biasa ke XXVIII – 15 Oktober 2017

Marilah Kita Mengenakan Pakaian Pesta Nikah Kristiani Sejati

Kita memasuki Minggu Biasa XXVIII. Minggu ini juga ditetapkan sebagai Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) 2017. Gereja mengambil tema: “Orang Muda, Agen Keragaman Pangan.” Dalam perumpamaan Injil Minggu ini, Yesus berceritera bukan sekadar tentang salah seorang pemilik kebun anggur, yang hanya memberi perintah, melainkan seorang raja yang mengundang orang-orang untuk hadir dalam perjamuan nikah anaknya! Apa gerangan pesan Injil hari ini kepada kita?

Sangat menarik dalam setiap perumpamaan, yang dipakai Yesus untuk meyakinkan kita, bahwa Tuhan mau menyelamatkan umat-Nya bukan dengan paksaan melainkan dengan undangan. Undangan dilakukan oleh seorang raja dan ditujukan kepada orang-orang yang dikenalnya.

Ternyata tanggapan para undangan itu mengecewakan, bukan hanya alasan kesibukannya, melainkan ada yang membunuh utusan-utusan raja itu. Akhirnya raja itu mengundang semua orang tanpa perbedaan, orang-orang yang baik maupun yang jahat.

Ketika kelompok undangan kedua, yaitu semua orang tanpa perbedaan, sudah datang, ternyata ada orang datang tanpa berpakaian pesta. Reaksi si raja mengherankan! Bagaimana mungkin raja itu bertanya kepada orang undangan itu : “Hai Saudara, bagaimana saudara masuk ke mari tanpa mengenakan pakaian pesta?

Apakah kesalahan orang yang diundang bukan atas permintaan sendiri itu tetapi lalu disingkirkan? Jangan kita lupa, ceritera itu hanya suatu perumpamaan. Karena itu suatu perumpamaan jangan ditafsirkan dan dipahami secara mutlak menurut cara berpikir logika apalagi secara intelektual. Apakah yang dimaksudkan Yesus dengan orang yang dianggap tidak berpakaian pesta dan tak pantas hadir dalam pesta perkawinan?

Menurut St. Agustinus, seperti dikatakan Rasul Paulus, tanpa kasih atau tanpa Kristus aku ini bukan apa-apa! Itulah pakaian pesta nikah sejati! Ia menambahkan : “Periksalah dirimu dan bila kamu memilikinya, datanglah ke pesta nikah Tuhan dengan penuh kepercayaan dan ketenangan“.

Marilah kita selalu berusaha mengenakan pakaian pesta nikah kristiani sejati, pakaian pribadi kita yang berwarna dan bersinar kasih, untuk dapat memasuki pesta perjamuan Tuhan.

Berkah Dalem

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here