Hari Buruh Sedunia May Day jatuh setiap  1 Mei. Para buruh atau pekerja memperingatinya dengan beragam kegiatan. Hal tersebut bisa berupa aksi sosial, pentas seni, atau justru melakukan aksi demo yang dipusatkan di beberapa titik kota atau pemerintahan. Kesemuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu menjalin komunikasi dan konsolidasi baik internal maupun eksternal. Di beberapa daerah dilakukan aksi dialog dengan melibatkan para pemangku kepentingan semisal kepala daerah dan jajaran Dinas Tenaga Kerja. Tentunya hal ini bernilai positif sepanjang tidak ada aksi anarkis yang merugikan kepentingan umum karena ulah beberapa oknum yang tidak bisa mengendalikan euforia perayaan May Day.

Sebagai dukungan oleh gereja untuk kaum buruh/pekerja tersebut, maka pada 1 Mei 2018 Biro Pelayanan Buruh, bekerja sama dengan perwakilan pekerja sekeuskupan Bogor memperingati  May Day dengan konsep yang lebih menyentuh kepada kemandirian para buruh/pekerja. Salah satunya pengenalan akan dunia wirausaha yang akan berguna untuk tambahan penghasilan keluarga. Selain itu dengan mengumpulkan buruh/pekerja se-keuskupan Bogor maka secara tidak langsung membuka jaringan / network antar paroki. Jaringan inilah yang akan menjadi cikal bakal persaudaraan buruh/pekerja Katolik se-keuskupan ini agar lebih tangguh dan mandiri. Tema yang diusung pada acara tersebut adalah “Membangun Persaudaraan dan Kemandirian Para Pekerja”.

Kegiatan ini bertujuan untuk Mempertemukan buruh/pekerja Katolik antar paroki se-Keuskupan Bogor, menumbuhkan semangat persaudaraan dan tumbuhnya jejaring buruh/pekerja se-keuskupan Bogor dan Membekali para buruh/pekerja dengan advokasi perburuhan dan kewirausahaan.

Acara diawali dengan doa pembuka oleh RD. Bartolomeus Wahyu Kurniad dan kata sambutan oleh kepala Pastor Paroki Keluarga Kudus Cibinong. RD. Agustinus Suyatno. Selanjutnya  peserta mengikuti acara yang telah disiapkan panitia yaitu:

  1. Workshop advokasi perburuhan oleh ibu Liest Pranowo yang juga sebagai aktivis Buruh dan Kualisi Buruh Bogor. Beliau menuturkan tentang sejarah May Day dunia dan respon Gereja Katolik tentang buruh yang diatur dalam Rerum Novarum oleh Paus Leo XXIII 1891. Sedangkan di Indonesia ditetapkan dalam UU Kerja no. 12/1948 mengenai 1 Mei sebagai Hari Buruh dan dibebaskan dari kerja serta Perpres no. 24/2013 yang menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur Nasional.

Advokasi adalah media atau cara yang digunakan  dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. Merupakan suatu usaha yang sisitimatis dan terorganisir untuk mempengaruhui dan mendesakkan terjadinya perubahan dalam kebijakan public secara bertahap maju. Sedangkan jenis-jenis advokasi adalah : (1). Litigasi (Advokasi melalui proses pengadilan, sejak persiapan, pendampingan klien, penyidikan kasus, terlibat dalam control sistim proses prosedur dan ber”acara”), (2). Non Litigasi (Alternatip penyelesaian masalah diuar proses pengadilan, upaya-upaya persuasi, kompanye, public, negoisasi, mediasi, demonstrasi). Sedangkan tindakan yang harus dilakukan oleh para buruh adalah : (1) Self Manajemen ( tata kelola hidup pribadi – buruh berkualitas), (2) Tata kelolah Ekonomi (kecakapan keuangan probadi / keluarga), (3) Berkomunitas     (dalam semangat jemaat perdana), (4) Ambil bagian dalam pengorganisasian buruh/pekerja (melalui sarikat buruh dan koperasi), (5) Meningkatkan pengetahuan dan kapasitas (regulasi ketenagakerjaan, ekonomi pembangunan, kecakapan keuangan dan wirausaha), (6) Membangun sikap kritis dan solider terhadap  ketidakadilan hubungan kerja.

  1. Workshop Pengembangan Kewirausahaan Lingkungan Hidup oleh ibu Leli Kusumo dari Komisi Keadilan dan Perdamaian. Beliau membahas tentang Kewirausahaan Lingkungan Hidup di Paroki Tulung Kuning ( 12 Maret 2017) mengenai gerakan penanaman Cabai serta Pemberdayaan Bidi Daya Jamur di kapel St. Lusia – Cileungsi ( 21 April 2017).
  2. Sharing tentang Pengembangan Kewirausahaan oleh Albertus Indro Wicaksono dari Paroki Keluarga Kudus dan Vincentius Ferrer Nanang Edi Kuswoyo dari Paroki Maria Bunda Segala Bangsa – Kota Wisata.
  3. Sharing tentang Koperasi oleh Yohanes Bosco Edy Tjahyono Putro, ST. dari Paroki Maria Bunda Segala Bangsa Kota Wisata dan bapak Savir dari Paroki Keluarga Kudus Cibinong.

Acara Peringatan May Day ditutup dengan perayaan Ekaristi oleh  bapak Uskup Bogor Mgr.  Paskalis Bruno Syukur,  RD. Yohanes Maria Ridwan Amo (Ketua PSE Keuskupan Bogor), RD. Agustinus Suyatno (Pastor Paroki Keluarga Kudus – Cibinong), RD. Alfonsus Sombo Linggi (Pastor vikaris Keluarga Kudus Cibinong), RD. Markus Lukas (Pastor Paroki  Fransiskus Asisi Sukasari, RD. Dominikus Tukiyo (Pastor BMV Katedral – Bogor),  dan RD. Bartolomeus Wahyu Kurniadi (Ketua Biro Pelayanan Buruh Keuskupan Bogor).

Salam Opera in Caritate

By. Komsos Paroki Kristus Raja – Serang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here