PESTA PEMBAPTISAN TUHAN” – MINGGU, 13 JANUARI 2019

TEMA : “BAPTIS ITU PANGGILAN IKUT MELAKSANAKAN TUGAS KENABIAN

Pada Hari Minggu ini kita merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan Yesus. Pada saat pembaptisan-Nya ini Yesus diakui oleh Allah Bapa sebagai Putera-Nya, dan diutus untuk menyelamatkan manusia. Maka, sesudah dibaptis Yesus mulai berkarya. Menurut Injil Lukas, Yohanes membaptis “dengan air“, sedangkan Yesus membaptis “dengan Roh Kudus dan dengan api” (Luk 3:16).

Pada saat Yesus dibaptis, terdengarlah suara dari langit : “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan!” (Luk 3:22). Dalam perkataan itu terungkap pernyataan yang amat mendasar tentang Yesus “orang Nazaret itu“. Yesus itu ungkapan Kasih Allah kepada Israel baru. Kasih Allah itu ungkapan kasih-Nya kepada umat-Nya, dengan membiarkan diri-Nya dibaptis di sungai
Yordan seperti orang lain.

Dengan menerima baptisan dari Yohanes di Yordan, Yesus menyamakan diri
dengan manusia (kecuali dalam hal dosa), yang harus diselamatkan-Nya! Itulah pelaksanaan kenabian yang sempurna! Apa arti baptis kita? Kita juga diundang dan diutus melaksanakan tugas panggilan kenabian Gereja! Kita telah dibaptis dalam Nama Yesus, artinya kita diikut-sertakan dalam kematian-Nya. Berkat baptis kita menerima hidup Gereja, memelihara dan menghayatinya dengan iman.

Dengan iman berarti, seperti Yesus sendiri, selalu ikut prihatin terhadap orang lain. Iman sejati itu suatu tanggungjawab umum, bukan tanggungjawab perorangan. Baptis itu panggilan ikut melaksanakan tugas kenabian! Pelaksanaannya menurut keadaan dan kedudukannya. Pada dasarnya panggilan tugas kenabian berarti kesediaan untuk melayani sesama dan mengabdi Tuhan!

Pada Pesta Pembaptisan Tuhan ini kita diajak merenungkan “apa sebenarnya arti baptis bagiku?” Apakah hidupku sebagai orang yang telah dibaptis dijiwai, dibimbing dan dihayati dengan semangat hidup Yesus? Apakah hidup dan pekerjaanku, apapun bentuk atau macamnya merupakan penghayatan
tugas kenabianku sebagai orang yang telah baptis? Apakah yang sudah aku lakukan dalam keluarga, di tempat kerja, di lingkungan Gereja, dan di tengah masyarakat-ku?

Marilah kita semakin sadar untuk melaksanakan janji baptis yang telah kita ucapkan, baik secara perorangan atau diwakili oleh orangtua kita. Semoga rahmat yang telah kita terima dalam pembaptisan menolong dan meneguhkan kita, untuk
berani tampil sebagai cahaya bagi orang lain di tengah masyarakat. Amin.

BERKAH DALEM

RD St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here