MINGGU PRAPASKA IV – 11 MARET 2018

Tema : “Kamu Harus Dilahirkan Kembali

Injil Yohanes hari ini berceritera tentang wawancara mendalam antara Yesus dan Nikodemus. Nikodemus datang menjumpai Yesus malam hari. Jadi sungguh merupakan salah satu percakapan sangat berharga dalam Perjanjian Baru antar dua tokoh keagamaan. Marilah kita mencari makna pesan ceritera Injil hari ini, untuk kemudian kita gunakan untuk meninjau kembali hidup keagamaan kita sebagai murid Yesus di zaman now.

Dalam Injil kita dengarkan (ay.14-31) Yesus berkata kepada Nikodemus : “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah“(ayat 3). Nikodemus orang yang sudah tua, terpelajar, anggota Sanhedrin, meski tahu adanya Yesus ternyata dia belum sungguh mengenal Dia.

Agar tidak dicurigai orang, maka pada malam hari dia mengunjungi Yesus. Ia ingin mengenal Yesus. Yesus justru mengatakan kepadanya: “Kamu harus dilahirkan kembali” (ayat 7). Agar Nikodemus mengenal Yesus dengan baik, Yesus menggunakan kisah Perjanjian Lama tentang umat Israel di padang pasir, yang menghadapi bahaya ular tedung, yang gigitannya mematikan orang (lih. Bil 21:4-9).

Maka Musa membuat ular dari tembaga sebagai tanda dan menggantungnya di tiang. Bila ada orang dipagut/digigit ular, tetapi melihat kepada ular tembaga itu, maka ia tetap hidup. Yesus juga tergantung di tiang salib. Maka setiap orang yang menderita berat, yaitu berdosa, tetapi memandang kepada Yesus di salib akan diselamatkan.

Apakah pesan Injil bagi kita? Dalam diri Nikodemus itu, kita semua, terutama siapapun yang merasa dirinya sebagai orang hebat, pandai, terpelajar, berjasa, berkedudukan tinggi, kaya, terkenal, bahkan juga di bidang keagamaan; semua ini mencerminkan keadaan batin Nikodemus! Bagaimana Nikodemus memahami perumpamaan yang disampaikan Yesus, bahwa dia harus dilahirkan kembali, jikalau ia mau memasuki Kerajaan Allah yang diwartakan Yesus? Dia merasa sudah tua, sangat berpengalaman.

Dia adalah orang beragama tinggi, anggota Sanhedrin. Bagaimana harus dilahirkan kembali? Yang dimaksud adalah kelahiran kembali secara rohani.
Bagaimana sikap Nikodemus selanjutnya? Sesudah mendengarkan pengajaran Yesus dalam percakapannya di malam itu, dia dapat mengalami sendiri apa yang dilakukan Yesus sehari-hari. Terutama ketika dia menyaksikan sendiri apa yang diderita dan dialami Yesus, barulah dia mengenal Yesus.

Kemudian dalam suatu perdebatan di kalangan orang Farisi dan para imam kepala, yang menyerang Yesus, Nikodemus mempertahankan Dia (lih. Yoh 7:51). Ketika Yesus mati di salib, untuk upacara pemakaman-Nya Nikodemus “membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya” (lih. Yoh 19: 39). Inilah teladan proses iman yang berkembang dan menjadi dewasa. Sekadar tahu tentang Yesus memang lain dari pada sungguh-sungguh mengenal Yesus.

Seperti kepada Nikodemus, sekarang Injil Yohanes mau menyampaikan kepada kita pesannya ini. Ular yang tergantung di tiang dan Yesus tergantung di salib menggambarkan dosa manusia. Di balik gambaran dosa manusia itu digambarkan juga besarnya kasih Allah, yang mau menyelamatkan kita dari kematian dosa. Begitu besar kasih Allah kepada kita.

Seperti Nikodemus, marilah kita makin mengenal dan makin erat bergaul dengan Allah dalam diri Yesus. Bukan hanya mengetahui sesuatu tentang Yesus, melainkan mengenal Dia, makin dekat dengan Dia. Bersatu dengan Dia. Kita harus makin menyadari makna kasih Yesus yang tergantung di tiang salib kepada kita.

Berkah Dalem

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here