MINGGU PRAPASKAH III – 04 MARET 2018

Tema : “Kristuslah Bait Allah Sesudah Bangkit

Di tengah perjalanan Masa Puasa ini, lewat bacaan Kitab Suci kita diajak memperdalam hidup rohani kita. Dalam pewartaan Injil hari ini tidak begitu penting, apakah benar Yesus begitu marah, sampai bertindak dengan keras terhadap penukar uang dan penjual merpati di Bait Allah.

Yesus marah dan melakukan “penjungkir-balikan” nilai dasar hubungan antara manusia dengan Allah, dengan sesama dan barang keduniaan. Bait Allah pada saat itu hanya dipakai untuk ibadat lahiriah, sedangkan perhatian mereka lebih sibuk dengan uang dan binatang korban, yang justru lebih mereka pentingkan. Bait Allah yang dimaksudkan sebagai sarana berhubungan dengan Allah, justru sebaliknya dimanfaatkan oleh orang-orang yang beragama resmi Yahudi itu untuk kepentingannya sendiri dengan kedok keagamaan!

Menghadapi kenyataan itu Yesus bertindak tegas, bahkan berkata: “Rombaklah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Bait Allah baru yang sesungguhnya adalah Diri Yesus sendiri! Bangunan bait Allah yang materiil hanya sarana, dan akan runtuh. Dalam kenyataannya Bait Allah besar yang dibangun oleh Herodes Agung tahun 70 dihancurkan tentara Romawi. Bait Allah yang sesungguhnya ialah Diri Yesus Kristus. Tubuh Yesus adalah Bait Suci Sejati, yang dibangun kembali pada saat kebangkitan-Nya.

Apa pesan Injil hari ini? Yesus sendiri menghargai Bait Allah, dan seperti umat lainnya Ia juga beribadat di sana. Namun Bait Allah yang sesungguhnya ialah Yesus sendiri. Dalam diri Yesus Kristuslah kita dapat sungguh beribadat, menghargai, berhubungan dengan Allah. Adanya rumah ibadat, betapapun indahnya, bukanlah tujuan terakhir ibadat, hidup keagamaan, hidup rohani yang sebenarnya. Bait Allah adalah sarana, memang perlu.

Hidup keagamaan, ibadat dan hidup rohani bukan sekadar formalisme, melainkan hubungan rohani manusia yang erat dengan Allah. Dan itu, bagi kita umat Kristiani, hanya mungkin bila kita berhubungan dengan Allah melalui dan dalam diri Yesus Kristus, Bait Allah yang sebenarnya. Paulus menegaskan: “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu” (1 Kor 3:16).

Jadi, seperti Kristus adalah Bait Allah sejati, kita umat yang telah dibaptis pun adalah bait-bait Allah. Kristus menjadi Bait Allah sesudah bangkit. Menjadi bait Allah itulah sebenarnya makna hidup kita sebagai orang kristen sejati. Dan menjadi orang kristen sejati berarti rela dan mau mengikuti pola hidup Kristus.

Hanya memperhatikan dan melaksanakan kehendak Allah Bapa-Nya sepenuhnya, meskipun harus melalui penderitaan dan kematian di salib.Itulah ibadat hidup Yesus yang sebenarnya. Itulah hubungan Allah dan manusia yang sejati. Itulah makna Yesus sebagai Bait Allah yang sesungguhnya!

Berkah Dalem

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here