MINGGU PRAPASKAH I– 5 MARET 2017

“Berpuasa bukan untuk dihormati melainkan untuk menghormati Allah”

Ketika Yesus dibaptis di sungai Yordan, terdengarlah suara Roh Allah dari sorga: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan (Mat 3:17)”. Yesus adalah Allah Putera sekaligus sebagai Manusia tidak terkecuali mengalami godaan. Saat pencobaan selama 40 hari itu mengingatkan kita akan pengalaman Musa, yang selama 40 hari puasa di gunung sebelum menerima Perintah Allah (lih. Kel 34:28; Ul 9:9.18). Peristiwa ini mengingatkan kita akan perjalanan bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun menuju ke Tanah Terjanji.

Pencobaan dan godaan setan, yang dialami Yesus selama 40 hari di padang gurun, mengandung dua tujuan. Pertama, bagi Yesus sendiri, yakni agar dengan mengalami pencobaan dan godaan, karya pewartaan dan pelayanan-Nya dalam Kerajaan Allah yang mau didirikan-Nya dapat digagalkan. Yesus digoda supaya Ia membangun Kerajaan Allah dengan menggunakan ukuran duniawi. Kedua, godaan setan itu ditujukan juga kepada kita sebagai pengikut Kristus, sebab murid Kristus yang sejati pasti akan sering menghadapi dan melawan perbuatan setan itu.

Yesus mampu mengalahkan pencobaan dan godaan setan yang dihadapi-Nya. Yesus mengalami tiga pencobaan: soal 1)makan-minum (roti, rezeki), 2)tidak jujur terhadap Tuhan atau mencobai-Nya, 3)kesetiaan (loyalitas) kepada Allah. Karena itu dengan “Berpuasa bukan untuk dihormati melainkan untuk menghormati Allah.”

Apa pesan Injil Matius hari ini bagi kita? Dengan mengalami tiga pencobaan Yesus menjelaskan, agar kita jangan mencari kepuasaan kebutuhan materiil belaka. Yesus juga tidak melakukan perbuatan yang spektakuler hanya untuk memamerkan kedudukan diri-Nya. Ia menolak untuk bekerjasama dengan setan yang mengambil bagian dalam kekuasaan agama, hukum, politik, ekonomi, kebudayaan apapun yang bertentangan dengan kehendak Allah.

Yesus tampil sebagai pribadi yang taat kepada Bapa yang mengutus-Nya. Sikap Yesus yang mendasar itu merupakan teladan bagi kita umat kristiani. Sadar atau tidak sadar kita sebagai manusia ini sering dicobai hanya untuk memperhatikan hal-hal yang duniawi, dan mencobai Allah.

Atau dengan ingin mencari pengaruh dan kekuasaan tanpa memperhatikan keadilan, moralitas, khususnya kasih. Dibekali dengan pengalaman-Nya secara pribadi, semoga Yesus tetap mendampingi dan memperkuat kita agar kita dapat mengatasi setiap pencobaan dan godaan masa kini.

BERKAH DALEM

RD St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here