MINGGU PRAPASKAH I – 10 MARET 2019

TEMA : “TUHAN SELALU MENYERTAI KITA SAAT GODAAN DATANG

Ada yang berkata, Iblis sudah tidak mau menampakkan diri pada manusia. Mengapa? Karena jika iblis menampakkan diri, dalam wujud yang mengerikan, maka manusia akan lari, menjauh dari iblis. Karena manusia lari dan menjauh itulah iblis tidak bisa lagi menggoda manusia. Namun, iblis tidak kekurangan akal.
Agar misinya terwujud, ia tetap menggoda manusia agar menjauh dari Allah.

Iblis menggunakan metode canggih, yaitu menggunakan bisikan yang mempengaruhi pikiran manusia. Makhlum iblis tahu, manusia di zaman now suka mengagung-agungkan kehebatan pikiran. Artinya kita manusia bila berbuat sesuatu hanya berdasarkan hasil keputusan pikiran. Pikiran itulah yang mewakili hasrat keinginan manusia.

Di sinilah letak jitunya iblis. Dengan mempengaruhi pikiran dan keinginan, manusia tidak lagi menghiraukan iman. Iblis tahu, iman adalah senjata yang dimiliki manusia untuk mengalahkan dirinya. Maka, tidak perlu heran jika manusia
di zaman now hidupnya tidak lebih mencerminkan dirinya, yang serupa dengan citra Allah.

Kita lihat kelihaian iblis ketika dia menjalankan misnya. Tidak tanggung-tanggung, iblis menggoda Yesus (Luk 4:1-13). Iblis tahu Yesus itu Putra Allah. Iblis pun tahu, Yesus hadir sebagai manusia biasa seperti kita. Maka, iblis memahami kelemahan utama manusia, yaitu kesombongan. Manusia punya dorongan kuat untuk menjadi penguasa, yaitu bisa berbuat apa saja dari dirinya sendiri. Dalam hal ini mengubah batu menjadi roti, karena Yesus seusai berpuasa.

Namun, Yesus dapat mengalahkan kesombongan ini dengan mengatakan, “Manusia hidup bukan dari roti saja.” Artinya “Sabda dan Allah sendirilah yang menjadi sumber kehidupan.” Iblis belum menyerah. Dia menyerang sudut kelemahan manusia, yaitu kesenangan menyembah berhala di zaman now. Yesus ditawari akan diberi semua kerajaan dunia.

Yesus semakin tegas menghadapi godaan ini. Yesus berkata, “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia saja engkau berbakti.” Dengan keahlian iblis mulai menggunakan kutipan ajaran Taurat.Iblis menggoda manusia Yesus untuk mempengaruhi akal-Nya agar Yesus memiliki pemahaman bahwa manusia adalah segalanya, tidak ada makhluk lain yang lebih hebat daripadanya.

Yesus pun semakin keras menghardik iblis dan berkata, “Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu.” Masa Prapaskah adalah masa penuh rahmat. Masa yang tepat bagi kita untuk melakukan pertobatan. Pertama, kita harus semakin teliti terhadap cara-cara iblis menggoda kita.

Menggoda akal budi kita. Kedua, keputusan dan perbuatan kita harus selalu menyertakan iman. Iman kita adalah senjata ampuh kita untuk menghadapi dan melawan setiap godaan iblis.

Berkah Dalem

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here