MINGGU PASKAH VII  –  28 MEI 2017

MINGGU KOMUNIKASI SEDUNIA

Tema: “Komunikasi Sejati”

Seorang ibu pernah mengeluh,”Mengapa anak-anak saya sulit sekali untuk diajak bicara, mereka lebih senang dengan gadget mereka masing-masing?” Keluhan yang serupa juga pernah didengar, “Mengapa anak-anak saya begitu sulit fokus pada pelajaran, tapi terhadap handphone mereka sangat fokus. Dewasa ini harus kita akui bahwa perkembangan dunia komunikasi begitu cepat.

Ada beberapa alat komunikasi yang sering digunakan, seperti handphone, komputer dan sebagainya. Alat-alat tersebut membantu kita untuk berkomunikasi dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah. Dengan alat-alat tersebut, jarak bukanlah menjadi satu  halangan lagi. Namun ada yang hilang ketika orang begitu tenggelam dan mengagungkan alat komunikasi yang canggih itu. Perlahan-lahan orang modern mulai lupa akan komunikasi personal yang begitu mendalam.

Dalam Injil hari ini, Yesus berkomunikasi dengan BapaNya dalam sebuah doa yang mendalam. Yesus berdoa bagi para pengikutNya supaya mereka satu, sama seperti Bapa dan Yesus adalah satu. Yesus menghendaki agar ada kesatuan kasih yang mesra dalam setiap komunitas pengikutNya. Kesatuan kasih yang harus terwujud adalah seperti kesatuan mesra antara Bapa dan Putra.

Kesatuan yang hanya terwujud dalam komunikasi yang begitu mendalam yaitu Doa. Doa adalah ungkapan komunikasi yang paling mendalam. Itulah bahasa komunikasi yang paling hebat yang dimiliki oleh manusia. Dengan berdoa, kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan kapan saja dan dimana saja. Doa sungguh melampaui ruang dan waktu serta batas-batas ras, suku dan status sosial.

Perjumpaan yang mesra dan mendalam dengan Tuhan dalam doa harus menjadi cerminan dan berbuah dalam komunikasi kehidupan sehari-hari. Hal ini mengingatkan kita pada komunikasi yang terjalin antara Bapa dan Putra. Sebuah komunikasi  yang penuh dengan kemesraan yang mendalam. Komunikasi yang membuka ruang dialog, menumbuhkan saling pengertian, percaya dan berdamai.

Kita sebagai orang Kristiani harus menyadari bahwa komunikasi memang merupakan pencapaian manusia yang mendalam. Namun, komunikasi yang sejati tidak pernah hanya merupakan hasil dari teknologi yang canggih. Komunikasi yang sejati harus terwujud dan terlihat dengan jelas dalam sebuah hubungan personal yang mendalam.

Tujuan dari setiap komunikasi adalah perjumpaan personal yang mendalam. Perjumpaan mendalam secara personal hanya mungkin terwujud, bila kita bertekum dalam suatu komunikasi dengan iman sejati dan mendalam yaitu doa. Mari kita bertekun dalam doa dan hidup dalam persaudaraan penuh kasih dan sukacita.

 

BERKAH DALEM

RD St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here