MINGGU PASKAH VII – 13 MEI 2018

Tema : “Doa Yesus untuk kesatuan dan kedamaian

Kita memasuki Hari Minggu Paskah VII dan juga disebut Minggu Komunikasi Sosial Sedunia. Komunikasi adalah bagian dari rencana Allah bagi kita dan merupakan cara yang hakiki untuk mengalami persahabatan (fellowship). Kita, manusia diciptakan seturut gambar, rupa dan citra Sang Pencipta, diharapkan kita mampu mengekspresikan dan membagi segenap kebenaran, kebaikan, dan kesetiaan yang ada di dalam Pribadi Sang Pencipta kita.

Dalam menyambut Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke 52 ini Bapa Suci Fransiskus mengangkat tema : “Berita Palsu dan Jurnalisme untuk Perdamaian” dan dikaitkan dengan Sabda Tuhan Yesus, “Kebenaran akan memerdekakan kamu” (Yoh.8:32). Mengingat sekarang ini di sana-sini di belahan dunia sedang merajalela berita hoax. Istilah “berita palsu” telah menjadi objek diskusi dan perdebatan. Umumnya, istilah itu mengacu pada penyebar-luasan disinformasi (informasi yang salah) dalam media online dan tradisional.

Ia berkaitan dengan informasi yang salah, berdasarkan pada data yang tidak ada atau sudah dipelintir untuk mempengaruhi (memanipulasi) pembaca. Penyebar-luasan berita palsu bisa demi mencapai tujuan tertentu, mempengaruhi keputusan politik, dan melayani kepentingan ekonomis. Menjelang Hari Raya Pentakosta, dalam Hari Minggu ini kita diajak mendengarkan Injil Yoh 17:11-19. Injil Yohanes ini memuat wejangan Yesus, yang disampaikan kepada ke 12 murid-Nya dalam perjamuan malam terakhir. Doa ini sekaligus merupakan sabda perpisahan.

Yesus akan memasuki saat penangkapan, penderitaan dan kematian-Nya di salib. Hidup dan karya-Nya yang tampak akan berakhir, dan Ia akan kembali kepada Bapa, yang mengutus-Nya. Para murid-Nya harus meneruskan hasil karya penebusan-Nya. Tugas mereka sangat luhur, tetapi berat dan banyak godaan dan hambatannya. Karena itu Yesus mengucapkan doa-Nya kepada Bapa bagi mereka itu.

Dalam Kitab Suci kita dapat melihat, bahwa Yesus dalam hidup dan karya-Nya selalu berdoa. Maka pada pertemuan-Nya dalam perjamuan malam terakhir Ia juga berdoa, khususnya bagi murid-murid-Nya. Kenyataan bahwa Yesus selalu berdoa untuk kita, sungguh merupakan suatu sumber kegembiraan dan peneguhan harapan bagi kita! Kita dipanggil dan dikuduskan oleh Allah, untuk mengambil bagian dalam karya pelayanan Kristus.

Kita diutus ke dalam dunia untuk menjadi saksi Kristus, saksi kebenaran, saksi keadilan dan sakis kasih-Nya. Artinya kita harus memperkenalkan Kristus, Sang Kebenaran dari Allah dan menyatakan cara hidup-Nya melalui cara hidup kita masing-masing maupun bersama-sama. Kristus adalah saksi Allah, padahal Allah yang adalah kasih. Kasih inilah yang disebut kekudusan sejati.

Dengan demikian bila kita ingin menjadi kudus, maka kita dipanggil untuk hidup dan bertindak sebagai duta kasih Allah, seperti telah dilakukan oleh Yesus Kristus sebagai teladan kita.

Berkah Dalem

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here