MINGGU PASKAH V – 29 APRIL 2018

Tema : “Kesatuan dengan Yesus Kristus adalah Sumber Kekuatan Gereja

Yesus adalah pokok Anggur yang benar, dan kita adalah ranting-ranting-Nya. Ranting tidak akan berbuah dan bahkan mati, jikalau ia tidak tinggal di dalam pokok anggur. Demikian pula diri kita baik dalam iman maupun pelayanan. Kita akan mandul dan bahkan mati, jika kita kita tidak tinggal bersama dan bersatu dengan Yesus.

Ini merupakan syarat mutlak bagi kita, agar kita dapat berbuah banyak. “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” dalam situasi apapun mau menunjukkan kesatuan kita dan kebutuhan kita akan Yesus. Di situlah terletak kualitas kehidupan iman kita. Pertanyaannya: Dalam penderitaan, kesakitan, ketidakberdayaan dan keputusasaan, apakah kita masih bersedia tinggal di dalam Dia dan membuka diri supaya Dia di dalam kita?

Saudara-saudari terkasih, tentu kita masih ingat jawaban Yesus saat dituduh mengusir setan dengan kuasa Beelzebul : “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap kota atau rumah tangga yang terpecah-pecah tidak dapat bertahan” (Mat.12:25). Begitupun halnya dengan Kerajaan Allah. Perjanjian Lama sering melukiskan Israel sebagai ladang anggur Allah; Israel ranting, Allah pokoknya.

Kini Yesus mengibaratkan diri-Nya sebagai pokok anggur dan kita ranting-ranting-Nya. Seperti sulitnya menentukan di mana pokok anggur berakhir, dan di mana rantingnya bermula; begitulah seharusnya kesatuan kita dengan Tuhan. Kita menerima hidup dengan segala berkatnya melalui Tuhan. Terpisah dari Diri-Nya menjadi awal kehancuran dan kematian.

Dalam sidang di Yerusalem, para rasul menampakkan kesatuannya dengan Yesus Kristus. Keputusan yang dihasilkan pun adalah keputusan mereka bersama Roh Kudus. Satu-satunya hal yang menyelamatkan adalah kesatuan yang intim dengan Yesus Kristus. Sungguh, kesatuan dengan Yesus Kristus adalah Sumber Kekuatan Gereja. Kesatuan dengan Kristus seharusnya membuat kita pun bersatu dengan sesama untuk menampakkan Kerajaan Allah di tengah dunia.

Berkah Dalem

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here