MINGGU PASKAH KE VI – 26 MEI 2019

TEMA : “DAMAI SEJAHTERA KUTINGGALKAN BAGIMU

Kita memasuki Hari Minggu Paskah VI. Injil, Kabar Baik hari ini mencanangkan : “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu” (Yoh 14:27).

Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu.” Tuhan Yesus mengucapkan Sabda ini hanya beberapa saat sebelum penyaliban-Nya. Damai sejahtera-Nya tidak bergantung pada keadaan lahiriah atau eksternal, tetapi melampaui semua hal itu. Kendati Tuhan Yesus memberikan “damai sejahtera-Nya” bagi setiap orang yang percaya sebagai rahmat, anugerah, pemberian, pengalaman kita tentang hal itu berkaitan dengan iman kita pada kebenaran berikut ini.

Tuhan memegang kendali atas segala sesuatu yang akan terjadi dalam kehidupan kita. Tanpa kepastian ini, dunia adalah tempat yang menakutkan, membuat kita gelisah dan kuatir. Tuhan Yesus mengasihi kita, segenap murid-Nya, dan akan menilik kita dalam melalui setiap situasi, tidak peduli seberapa sulit atau menyakitkan situasi itu.

Untuk memiliki damai sejahtera Tuhan Yesus Kristus, kita harus menyerahkan hidup kepada-Nya. Ketika kita berpegang pada jalan, rencana kita, dan hanya menghandalkan kemampuan kita, maka kita akan mudah mengalami kekacauan hidup. Mengingat, kita memiliki cara pandang dan pemahaman yang terbatas tentang keadaan kita dan tujuan Allah dalam mengizinkan hal itu terjadi. Maksud tujuan dan rencana keselamatan Allah bagi kita, para murid Kristus ini lebih besar dari kenyamanan seketika yang kita cari-cari atau yang kita dambakan.

Kita mesti meyakni bahwa Tuhan berjanji akan “turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan” bagi hidup dan kehidupan kita, sebab Dialah “yang mengasihi kita dan Dia akan setia mengasihi kita.” Lebih dari itu, Tuhan juga akan terus bekerja untuk mengubah karakter kita menjadi serupa dengan Yesus Kristus sendiri.

Oleh karena itu kita dipanggil untuk hidup selaras atau seturut dengan Tuhan, berjalan di dalam Roh dan segera mengakui dan bertobat dari dosa kita. Kitab Suci adalah dasar kita untuk dapat mengalami “damai sejahtera“. Hal ini meningkatkan kepercayaan dan kebersandaran kita pada kebaikan dan kasih Tuhan. Hal ini meyakinkan kita bahwa Dia menepati janji-janji-Nya, dan mengingatkan kita pada kuasa-Nya atas setiap situasi yang kita hadapi hari demi hari.

Namun, sayang, banyak orang Kristiani yang tidak hidup dalam damai sejahtera Allah yang melampaui akal ini secara konsisten. Mungkin masalahnya yang terutama adalah iman dan ketaatan kita sebagai umat-Nya.

Akan tetapi hanya dengan menyerahkan kendali hidup kita kepada Tuhan Yesus Kristus, dan percaya pada rencana agung-Nya bagi kita, maka marilah kita pada saat menjelang novena Roh Kudus ini kita berusaha mencari dalam suasana doa, agar akhirnya kita dapat menemukan keteduhan dan ketengan yang sesungguhnya bagi jiwa kita.

Berkah Dalem

RD. St. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here