MINGGU PASKAH KE V – 14MEI 2017

“AKULAH JALAN DAN KEBENARAN DAN HIDUP”
Kita memasuki Minggu Paskah V. Dalam Injil Yohanes hari ini menegaskan siapakah Yesus sebenarnya bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.Berkali-kali Yesus melukiskan arah langkah hidup dan perutusan-Nya sebagai suatu perjalanan. “Aku adalah jalan” kerap dipakai Yesus untuk memberi sebutan akan diri-Nya sendiri (lih. Yoh 6:35.51; 8:12; 9:5; 10:7.9.14 dsb).

Namun setiap kali harus diberi arti sesuai dengan konteksnya. Misal arti “jalan” dalam ayat 4-5: “Ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ. Kata Tomas kepada-Nya: Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?“.

Jalan itu adalah jalan yang harus ditempuh Yesus: ‘Jalan Salib‘. Dalam ayat 6 “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup” yang dimaksudkan ialah jalan yang harus ditempuh murid-murid-Nya. Tetapi kedua arti “jalan” itu sangat erat hubungannya satu sama lain dan tidak terpisahkan. Sebab kematian Yesus disalib dan kebangkitan-Nya menjadi jalan yang harus ditempuh oleh segenap pengikut-Nya, bila ingin datang kepada Bapa di surga.

Apa sebenarnya yang dimaksudkan Yesus, yang berkata “Aku adalah jalan” Yesus bukan sekadar berkata, “Aku menunjukkan jalan yang harus tempuh“, melainkan “Aku adalah jalan.” Ibaratnya, jika kita memesuki suatu daerah yang belum kita kenal, kita bertanya kepada seseorang yang kita jumpai. Mungkin orang itu memberikan keterangan yang benar, namun tidak otomatis kita pasti akan menemukan tujuan yang kita cari dan harapkan.

Tetapi bila orang, yang kita minta untuk menunjukkan jalan itu berkata, “Marilah saya tunjukkan jalan itu dan saya hantar“, maka “orang itu sendirilah yang merupakan jalan yang harus kita ikuti“. Maka kita tidak akan tersesat dan dapat mencapai tujuan kita. Itulah sebenarnya yang dimaksudkan dan dilakukan Yesus bagi kita, bila Ia berkata, “Aku adalah jalan, kebenaran dan hidup!” Kepada kita yang percaya kepada-Nya Yesus bukan sekadar memberikan nasihat atau pengarahan belaka.

Yesus memegang tangan kita, menuntut, menemani dan memperkuat perjalanan kita secara pribadi setiap hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun! Yesus bukan hanya menerangkan dan menunjukkan jalan hidup kita, melainkan Ia sendiri adalah jalan, kebenaran dan hidup itu! Dalam perjalanan-Nya menuju Bapa-Nya Ia harus menempuh jalan salib, kematian, namun sekaligus kebangkitan dan hidup.

Dengan demikian untuk selanjutnya, bagi setiap pengikut-Nya Yesus adalah jalan (sarana) baginya untuk dapat dan berani, tanpa mencarinya sendiri, menempuh jalan Yesus, artinya bersama dan bersatu dengan Tuhan Yesus Kristus, Juru selamat kita.

BERKAH DALEM

RD St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here