MINGGU PASKAH III – 30 APRIL 2017

TEMA: “SADARI KEHADIRAN TUHAN MAKA KITA MELIHAT KESELAMATAN”
Kita memasuki Minggu Paskah III. Bacaan Kitab Suci hari ini memberi petunjuk kepada kita, setapak demi setapak agar memahami makna Paskah bagi hidup kita. Injil Lukas berkisah tentang dua murid Yesus dalam perjalanan ke Emaus. Mereka membicarakan peristiwa Paskah, yaitu kebangkitan Yesus, tetapi beberapa wanita yang melihat makam-Nya kosong berceritera bahwa dia tidak melihat Yesus lagi. Seakan harapan mereka akan Almasih pupus dan gagal.

Perjalanan jauh kedua murid Yesus dari Yerusalem ke Emaus ternyata merupakan perjalanan jauh hidup kita juga sebagai seorang beriman, bila kita mau sungguh percaya kepada Yesus sebagai Penebus, yang telah wafat dan bangkit. Sebagai orang beriman kita masih sering mengalami banyak pertanyaan dan keraguan dalam perjalanan hidup kita.

Seperti hidup manusia itu adalah suatu perjalanan, demikian pula proses penghayatan iman kita merupakan suatu perjalanan. Kisah Injil Lukas tentang perjalanan dua orang murid Yesus bukan hanya menunjukkan jarak jauhnya dari Yerusalem ke Emaus (11 km), melainkan terutama mau menunjukkan jauh dan sulitnya jalan, yang harus ditempuh orang beriman, “perjalanan sikap pribadi kita dari otak, pikiran kita menuju ke hati dan keyakinan rohani kita“. Yakni perjalanan perubahan pengetahuan melulu menjadi hubungan pribadi dengan Yesus Tuhan!

Tuhan selalu mendengarkan murid-murid-Nya dan Ia selalu hadir. Sebagai seorang pedagog atau pendidik sejati Yesus senantiasa mendengarkan mereka, khususnya pada saat yang sulit dan berat, bila ada keraguan, ada kekecewaan atau frustrasi. Ternyata Sabda Yesus “membuat hati mereka berkobar-kobar” (Luk 24:32), menghilangkan rasa sedih, mendatangkan terang dalam kegelapan.

Akhirnya mereka mendesak Yesus dan berkata: “Tinggallah bersama-sama dengan kami” (ay.29). Para murid yang mengalami keraguan itu ternyata baru mulai berubah, ketika mereka diberi keterangan oleh Yesus, yang telah bangkit. Ia menerangkan dari Kitab Suci, bagaimana Allah bersabda dan bertindak di dunia kita ini, yang penuh dengan hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah, termasuk dosa manusia. Akan tetapi justru di tengah kejahatan dan dosa itu ternyata Allah hadir dan mampu mengalahkan segala yang jahat dan menyelamatkan umat-Nya!

Memang, seperti kedua murid Yesus di Emaus, kita adalah peziarah yang masih dalam perjalanan. Iman kita akan Yesus yang telah bangkit masih harus kita perdalam dan hidupkan kembali. Semoga kita selalu menyadari kehadiran Tuhan Yesus, maka kita akan melihat keselamatan itu.

BERKAH DALEM
RD St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here