MINGGU PASKAH II (MINGGU KERAHIMAN ILAHI) – 23 APRIL 2017

Tema : “Kerahiman itu adalah Kebajikan Kristiani Yang Sangat Penting”

Kita memasuki Hari Minggu Paskah II, yang disebut juga Minggu Kerahiman Ilahi. Salah satu Ensiklik Paus Yohanes Paulus II ini juga berjudul “Dives in Misericordia” (1981), bahwa Allah sebagai Bapa sungguh maharahim. Pesan ini sejalan dengan pandangan Santo Agustinus, yang melihat hari-hari oktaf Paskah sebagai hari kerahiman dan pengampunan Tuhan.

Dalam Injil Yohanes hari ini Yesus menunjukkan kedua belah tangan dan lambung-Nya, yang bekas ditusuk sebagai tanda kerahiman-Nya. Menurut Injil, Yesus menunjukkan kedua belah tangan dan lambung-Nya kepada para Rasul. Yesus mau menegaskan bahwa luka-luka-Nya, khususnya di lambung-Nya adalah sumber yang mengalirkan rahmat kerahiman Allah kepada umat manusia.

Pada Hari Minggu Paskah II atau Minggu Kerahiman Ilahi tahun 2001 Paus Yohanes Paulus II menyampaikan kepada kita pesan Tuhan yang disampaikan kepada Santa Faustina bahwa jawaban khusus dan definitif Allah kepada masalah dan kerinduan umat manusia dewasa ini, yang mengalami kesengsaraan dan penderitaan adalah kerahiman Allah. Inilah anugerah Paskah, yang diterima oleh Gereja dari Kristus yang telah bangkit untuk seluruh abad mendatang.

Mengapa pada waktu itu Paus Yohanes Paulus II menekankan kerahiman ilahi kepada kita di zaman kini? Apakah ini tidak sama dengan kehormatan/devosi kepada Hati Kudus Yesus? Kerahiman itu adalah suatu kebajikan kristiani yang sangat penting. Tidak sama dengan sekadar keadilan atau ganti rugi. Sebab zaman kita adalah zaman perhitungan! Semuanya menurut perhitungan!

Di mana ada kebencian dan dendam, dimana ada kemiskinan dan kelimpahan kekayaan, dimana ada penderitaan dan pembunuhan, di situlah sungguh mutlak dibutuhkan rahmat kerahiman! Dimana martabat dan kehormatan kepada manusia tidak ada, di situ mutlak dibutuhkan kasih kerahiman. Pesan kerahiman ilahi berarti bahwa Allah sungguh mengasihi kita, kita semua!

Betapapun besarnya dosa kita! Kerahiman Allah lebih besar dari pada dosa kita. Demikian kita dapat percaya akan kesetiaan kasih-Nya, dan menerima kerahiman-Nya. Tetapi kita harus meneruskan atau mengalirkannya pula kepada sesama kita!

Apakah pesan kerahiman ilahi kepada kita? Kerahiman berarti tahu dan mau memahami kelemahan diri sendiri dan kelemahan orang lain, serta juga bersedia dan mau memaafkan/mengampuni kesalahan sesama kita. Kerahiman bagi kita manusia adalah salah satu ciri khusus kekudusan kristiani sejati. Amin.

BERKAH DALEM
RD St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here