MINGGU BIASA VIII – 26 FEBRUARI 2017

KEBAHAGIAAN SEJATI BERASAL DARI PEMELIHARAAN DAN KASIH ALLAH

Bacaan Kitab Suci hari ini menggambarkan secara sederhana rencana dan penyelenggaraan Allah bagi manusia. Kita diciptakan menurut citra Allah sendiri. Maka dasarnya dunia dan kita penduduknya adalah baik, meski belum sempurna. Dunia dan kita penghuninya mempunyai kebaikan dan kesempurnaannya sendiri. Kitab Suci, apabila kita sering membaca dan mendengarkan Sabda Allah, ternyata Allah terus-menerus memelihara penyelenggaraan dunia dan kita, ciptaan-Nya.

Tuhan sangat peduli akan segala sesuatu, mulai dari hal kecil-kecil seperti burung-burung, sampai hal-hal besar, dan peristiwa-peristiwa dalam sejarah hidup kita. Kitab Suci menegaskan: Allah tetap berdaulat secara mutlak dan mengatur peredaran segala sesuatu yang terjadi di bumi kita ini.

Demikian pula bacaan dalam Misa Kudus hari ini mengungkapkan pewartaan bahkan perintah Yesus kepada segenap murid-Nya, supaya kita memiliki iman kepercayaan kepada kasih Allah kepada kita. Dengan perumpamaan itu Yesus menghendaki penyerahan diri kita sebagai puteri-puteri-Nya akan penyelenggaraan Bapa kita di surga. Allah begitu peduli akan segenap kebutuhan sekecil apapun dari anak-anak-Nya itu.

Itulah sebabnya Yesus berkata: “Sebab itu janganlah kamu khawatir dan berkata: Apakah yang kami minum? Bapamu yang di surga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Mat 6:31-33).

Dalam bacaan hari ini kita diteguhkan, bahwa Tuhan memberi kemungkinan untuk mengambil bagian dalam penyelenggaraan-Nya memelihara dunia dan kita sebagai penduduknya ini. Kita diingatkan akan tanggung-jawab kita, baik kita untuk tahu dan bersedia berbuat dan bertindak bersama dengan bimbingan Tuhan. Kita diajak secara bersama-sama memperhatikan kehendak dan rencana Allah, seperti diteladani Yesus sendiri, dalam doa, kata, perbuatan, bahkan dalam penderitaan-Nya.

Itulah yang dikatakan Paulus dalam suratnya kepada umat di Korintus: “Yang menghakimi aku ialah Tuhan. Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Dialah yang akan menerangi juga apa yang direncanakan dalam hati. Pada saat itulah tiap-tiap orang akan menerima pujian Allah” (1 Kor 4:5).

Marilah kita selalu sadar bahwa Allah tetap bekerja dalam setiap perbuatan kita sebagai makhluk ciptaan-Nya. Allah adalah pelaksana pertama, tetapi dengan menggunakan kita sebagai pelaksana kedua. Itu hanya mungkin bila apa yang kita lakukan adalah baik dan selalu dengan bantuan rahmat Allah. Amin.

BERKAH DALEM
RD St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here