MINGGU BIASA KE XVII – 29 JULI 2018

DALAM TANGAN TUHAN, HAL KECIL BISA MENJADI LUAR BIASA

Dalam bacaan suci minggu ini diberitakan Yesus mengadakan perbanyakan dan pembagian roti. Kedua peristiwa itu ada kesamaan arti dan relasinya. Nabi Elisa menghadapi 100 orang, sedangkan Yesus berhadapan dengan 5000 orang. Yang dilakukan Nabi Elisa, sebagai pengganti Nabi Elia, terjadi dalam proses perjalanan bangsa Israel dengan menyeberang Laut Merah, jadi ini dalam konteks Paskah Pembebasan Israel dari Mesir.

Sedangkan menurut Injil Yohanes apa yang dilakukan Yesus, berlangsung setelah menyeberang Danau Galilea. Yesus mengadakan perbanyakan roti itu dalam konteks Paskah baru. Untuk menafsirkan Injil Yohanes hari ini dengan baik dan tepat, patut diperhatikan berita tentang “perbanyakan roti” juga terdapat di semua Injil, Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Di sini, Gereja mengajak kita memperdalam pengertian dan keyakinan kita tentang Ekaristi.

Injil Yohanes hari ini adalah pengantar untuk memahami ajaran Gereja tentang makna Ekaristi. Injil Yohanes hari ini memberi pesan kepada kita, bahwa kita ini menghadapi dua kebutuhan dasar, yakni : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kita membutuhkan sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan untuk keselamatan jasmani kita, sekaligus kita juga membutuhkan keselamatan rohani. Kedua kebutuhan itu tidak terpisahkan.

Bagi kita umat kristiani secara singkat dapat ditegaskan, dalam hidup kita sebagai orang kristiani menghadapi kebutuhan dasar. Dengan bahasa keagamaan kita membutuhkan “altar dan pasar“. Pelayanan altar itu tidak terpisahkan dari pelayanan “pasar“. Kita tidak dapat hidup hanya dari “pasar“, kita harus hidup juga dari “altar“. Ibaratnya, di pasar ada altar dan di altar ada pasar. Relasi itu tidak terpisahkan.

Itulah yang dibuktikan oleh Yesus sendiri! Mukjizat yang dilakukan Yesus. Perbanyakan roti mau menunjukkan kepada kita bahwa Yesus memperhatikan kebutuhan hidup kita sehari-hari. Sebab Ia menghendaki keselamatan kita secara utuh, yaitu keselamatan jiwa dan raga, rohani dan jasmani. Keselamatan kita bukan hanya untuk sekarang ini, melainkan juga untuk hidup kekal mendatang.
Apa pesan Injil Yohanes hari ini kepada kita?

Lima ribu orang yang mengikuti Yesus untuk mendengarkan ajaran-Nya tidak minta dahulu kepada Yesus, agar diberi makan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Yesus yang mewartakan Kabar Gembira rohani, peka dan tanpa diminta Yesus memenuhi kebutuhan mereka. Kita pun, atas pilihan sendiri telah memilih menjadi murid Kristus, telah dibaptis dan menjadi orang Kristiani. Marilah kita tetap setia bersikap, hidup dan bertindak menurut teladan Yesus.

Kita yakin, Yesus akan memperhatikan apa yang kita butuhkan. Marilah kita seperti Yesus sendiri, peka dan rela memperhatikan dan menolong kebutuhan jasmani dan rohani sesama kita. Maka betapa bahagia hati kita, bila rela dan sukacita bisa menolong sesama dalam kebutuhannya, baik jasmani maupun rohani, menurut teladan Yesus Kristus sendiri.

Berkah Dalem

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here