MINGGU BIASA KE VIII – 3 MARET 2019

MARILAH KITA BERSINODE SERAYA MELIHAT TUHAN DALAM DIRI SESAMA

Ada seorang guru yang setiap kali masuk kelas selalu memberi hormat kepada murid-muridnya. Ketika ditanya tentang perbuatan ganjilnya itu, ia berkata : “Siapa tahu nanti kalian ada yang menjadi pemimpin saya. Jadi, saya tidak terlambat menghormati kalian.”

Seorang murid Yesus harus terus-menerus belajar menjadi serupa dengan gurunya, sehingga dapat menuntun orang lain ke jalan yang benar. Orang yang tidak dapat melihat balok besar di matanya sendiri, dia juga tidak akan bisa membantu orang lain membersihkan matanya dari selumbar yang sangat kecil. Menyadari kelemahan dalam dirinya sendiri yang begitu besar tidak bisa, bagaimana mau menolong orang lain untuk melihat dan menyadari kelemahannya yang amat kecil.

Orang kadang cenderung mencari-cari dan mau membereskan kelemahan orang lain, padahal dalam dirinya ada kekurangan yang lebih parah. Yesus bukan meminta para murid agar menutup mata terhadap kejahatan di dunia karena mereka juga berdosa. Namun Yesus mau mengajak mereka mengintrospeksi diri terlebih dahulu, sehingga dapat membantu orang lain menjadi lebih baik. Yesus mengingatkan para murid-Nya, agar mereka tidak berusaha memperbaiki orang lain tanpa lebih dahulu mawas diri dan mengevaluasi diri sendiri.

Setiap murid Yesus memang dipanggil untuk membantu orang lain membereskan dirinya, tetapi bagaimana dia bisa membimbing orang lain kalau masih buta, belum menyadari, dan tidak mampu menjalankan cara hidup Kristiani? Bagaimana dia dapat membantu orang lain mengatasi halangan dirinya kalau ia belum sadar dan melihat cacat-celanya yang menghalangi hidup seturut Injil? Kita kadang mudah mencela kelemahan orang lain, padahal kelemahan kita jauh lebih parah.

Tidak jarang kita pun cepat menghakimi orang lain tanpa bercermin pada diri sendiri. Mengapa? Yesus telah menunjukkan bahwa kita harus mawas diri terlebih dahulu sebelum menghakimi orang lain. Kita adalah pengikut-pengikut Yesus zaman ini yang seharusnya terus-menerus instrospeksi diri. Marilah kita mengganti “kacamata” kita dan menggunakan “kacamata” terang akan Sabda Tuhan. Dengan demikian kita menyingkirkan balok-balok dari mata kita. Maka kita juga dapat melihat kebaikan Tuhan yang terpantul dari orang yang kita jumpai hari demi hari.

Ya Tuhan Yesus, terangilah hati kami dengan Sabda-Mu, agar kami boleh bertemu dan berjalan bersama dalam Sinode II Keuskupan Bogor, Tingkat Paroki di Paroki Kristus Raja Serang ini dengan “Sukacita sebagai Communio yang Injili, Peduli, Cinta Alam dan Misioner.” Selamat bersinode.

Berkah Dalem

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here