MINGGU BIASA KE VI – 17 FEBRUARI 2019

Tema : “Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa” (Luk 6:21).

Telah menjadi Katolik bertahun-tahun bukan jaminan seseorang mengalami pertumbuhan iman atau menjadi dewasa secara rohani. Untuk mengalami pertumbuhan iman itu, dari waktu ke waktu seseorang harus memiliki rasa haus dan lapar secara rohani. Mungkin kita dapat “berpurapura rohani” dengan tekun ke gereja, namun kita tidak dapat mengelabuhi Tuhan, karena Dia mahatahu benar motivasi hati kita.

Apakah kita benar-benar memiliki rasa rindu bertemu Tuhan dengan penuh rasa haus dan lapar, atau kita datang Misa Kudus sekedar menjalankan kewajiban
dan rutinitas belaka? Rasa haus dan lapar itulah yang membedakan kualitas kita. Yesus bersabda, “Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan” (Mat. 5: 6). Rasa haus dan lapar itu mendorong orang mendapatkan lebih banyak lagi dari Tuhan.

Ia akan memiliki kerinduan yang begitu dalam kepada Tuhan, bukan sekedarnya, ia pun menyediakan waktu bersekutu, menyukai sabda-Nya dan sangat antusias terhadap masalah rohani. Daud merasakan begitu, “Aku suka melakukan kehendakMu, ya Allahku, TauratMu ada dalam dadaku” (Mzm 40:9). Rasa haus dan lapar itulah awal segala sesuatu.

Lapar menyebabkan orang menjangkau sasaran yang lebih tinggi, akan menjadi progresif secara rohani, melangkah dengan upaya dan keberadaan kita untuk menggapai setiap kesempatan yang dari Tuhan. Seperti tentara militan yang sedang berperang, dia rela berkorban, tidak takut musuh demi satu tujuan, yaitu “meraih kemenangan atau kejayaan.” Sampai kapan kita harus merasa haus dan lapar akan Tuhan? Sampai rasa haus dan lapar itu terpenuhi dan terpuaskan oleh Tuhan kita, Yesus Kristus.

Bagaimana mengembalikan rasa haus dan lapar? Melalui latihan rohani, sehingga kehidupan rohani kita berkembang dan berbuah dalam kata, perbuatan, karya dan pelayanan di tengah umat Allah. Fisik kita juga akan semakin kuat dan
berkembang ketika kita bertekun melatihnya, begitu juga kehidupan rohani kita. Kita harus bersikap disiplin dan pegang komitmen sebagai murid Kristus. Untuk mendapatkan semua itu dari Tuhan, kita harus memiliki rasa haus dan lapar akan Tuhan sendiri!

Berkah Dalem

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here