MINGGU BIASA KE II – 19 JANUARI 2020

Tema : “LIHATLAH ANAK DOMBA ALLAH, YANG MENGHAPUS DOSA DUNIA!”

Hari ini kita memasuki Minggu Biasa ke II. Dalam Injil hari ini Yohannes Pemandi memperkenalkan Yesus kepada kita dengan berseru : “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia!” Yohanes menggunakan bahasa alkitabiah menurut kebudayaan bangsa Israel, yang mengibaratkan manusia sebagai domba.

Domba ditampilkan sebagai simbol binatang atau manusia yang lembut dan tidak bersalah. Meski tidak bersalah atau berbuat jahat, namun harus menderita. Seruan Yohanes Pemandi tentang Yesus Kristus sebagai “Anak Domba Allah” yang menghapus dosa dunia itu sekarang pun ditujukan kepada kita yang hidup di zaman modern kita dewasa ini.

Petrus juga menyebut Kristus sebagai “Anak Domba yang tak bernoda dan bercatat” (1 Ptr 1:19), dan dengan lebih keras lagi “Ketika dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki, ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkan kepada Dia,yang menghakimi dengan adil.” Apakah arti kata-kata itu bagi kita?

Pertama – tama kita semua ini tanpa perbedaan harus rendah hati! Mengapa? Apabila kita ini orang beriman, tetapi iman kita pun tidak mampu memahami atau menerangkan arti adanya penderitaan, apalagi sejauh mana budi atau daya otak kita dapat memahaminya. Pikiran kita tidak pernah akan puas!

Penderitaan yang harus dipikul orang yang tak bercela atau tak bersalah, sungguh merupakan suatu “rahasia” yang tidak akan dapat kita terangkan apalagi kita pahami! Bagi kita sebagai orang beriman, keterangan (jawaban) yang dapat mengatasi masalah penderitaan orang yang tak bersalah ialah : Pribadi Yesus Kristus! Baik dalam ajaran atau dalam perbuatan-Nya Yesus tidak memberi keterangan tentang penderitaan.

Ia datang menghadapi suatu penderitaan bukan dengan memberi keterangan, melainkan dengan mengambil alih penderitaan orang lain itu menjadi penderitaan diri-Nya. Mengambil alih penderitaan orang itu bukan hanya lahiriah, melainkan juga rohaniah. Yang dilakukan Yesus bukan hanya menyembuhkan badan atau tubuh orang, melainkan juga mengambil alih atau menghilangkan kutukan atau dosa orang yang disembuhkan-Nya.

Apa artinya? Betapa besar makna atau arti penderitaan bagi orang yang percaya kepada Kristus? Di dalam diri Kristus sebagai Penyelamat keadaan tidak bersalah (tidak berdosa) dan penderitaan merupakan dua kenyataan, yang tidak terpisahkan. Jadi menurut iman kita, penderitaan yang tidak kita cari sendiri, tetapi kita alami, justru makin mendekatkan kita kepada Allah.

Allah sendirilah sebenarnya yang harus menderita sebagai orang tak bersalah dalam arti sepenuhnya!

BERKAH DALEM

RD St. Sumardiyo Adipranoto