HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM 25 NOVEMBER 2018

TEMA : “BERPIKIR DAN BERTINDAKLAH SELALU TENTANG KEMAJUAN DAN KESELAMATAN

Hari ini adalah Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Hari ini Gereja Katolik diseluruh dunia merayakan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam. Melalui Ensiklik Quas Primas, Paus Pius IX ingin menunjukkan bahwa Yesus Kristus diakui lebih tinggi dan berkuasa diatas segala kekuatan dunia.

Yesus yang menentukan penghakiman atas segala makhluk didunia, oleh karena itu Yesus juga layak diberi gelar sebagai Raja Semesta Alam dan Raja Eskatologis. Hari Raya ini sekaligus menjadi hari Minggu terakhir dari perjalanan tahun liturgi B. Tahun liturgi tersebut merayakan sepanjang tahun misteri karya
penyelamatan Allah yang terlaksana melalui Tuhan Yesus Kristus.

Dengan menantikan kedatangan-Nya yang kedua, kita menantikan saat Tuhan Yesus datang sebagai Raja Agung yang mengadili orang hidup dan orang mati, sekaligus menyelesaikan seluruh karya penebusan-Nya. Kerajaan Kristus bukan dari dunia ini, Kristus sebagai Raja adalah Dia yang membawa damai sejahtera kepada umat manusia dengan menumpahkan Darah-Nya. Bacaan ke-2 Disebutkan, “Dia mengasihi kita, dan berkat darah-Nya Ia telah melepaskan kita dari dosa kita. Dia telah membuat kita menjadi suatu kerajaan.”

Kristus menjadi Raja justru melalui peristiwa merendahkan diri-Nya di kayu salib. Dalam Injil Yohanes, Yesus disalibkan justru bermakna penobatan-Nya sebagai Raja. Dia bertahta sebagai Raja justru melalui penyaliban-Nya. Injil minggu ini menarik untuk direnungkan. Pertanyaan Pilatus kepada Yesus tentang Yesus
adalah Raja Yahudi, bisa kita tujukan ketika kita berada pada posisi Pilatus. Kita bersyukur, Pilatus mewakili kita untuk memahami identitas Yesus yang sebenarnya. Pilatus yang memiliki kedudukan tinggi, takut jika posisinya diambil-alih oleh orang lain.

Hal ini juga melukiskan pribadi kita yang kadang memiliki rasa takut jika posisi kita diambil orang lain, yang mungkin lebih baik dari diri kita. Jawaban Yesus kepada Pilatus menunjukkan identitas-Nya sebagai Anak Allah yang rendah hati dan rela berkorban demi keselamatan manusia. Yesus adalah Raja Semesta Alam justru menampilkan diri sebagai pribadi yang sederhana dan tidak nampak sebagai Raja Agung.

Kita bisa menjadikan Sabda Yesus ini sebagai prinsip hidup kita. Kita perlu memiliki sikap rendah hati dan memandang sesama kita sebagai saudara dan anggota keluarga kita.Marilah kita berpikir dan bertindak tentang kemajuan dan
keselamatan umat Allah.

Berkah Dalem

RD. St. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here