HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS – 03 JUNI 2018

Tema : “Merayakan Ekaristi Berarti Menunjukkan Kesediaan Kita untuk Berbuat Kasih Kepada Sesama.

Hari ini kita merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Pada Perayaan Tubuh dan Darah Kristus ini di Paroki kita Kristus Raja Serang ditandai dengan penerimaan 202 Orang Penerima Komuni Pertama. Setiap kali kita selalu ingin memahami lebih mendalam makna Tubuh dan Darah Kristus, yang adalah Ekaristi. Kali ini kita akan berusaha memperdalam makna Ekaristi dengan merenungkan Sabda Yesus yang diucapkan imam pada saat mengubah roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus.

Sebelum konsekrasi imam mengatakan, bahwa Yesus mengambil roti dan “memecah-mecahkan roti itu. “Pada akhir kata-kata konsekrasi itu Yesus berkata: “Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku“. Mari kita renungkan bersama Sabda Yesus itu dalam merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini. Liturgi adalah suatu ungkapan hubungan bersama kita dengan Allah, tetapi sekaligus juga dengan sesama kita!

Makna liturgi ini secara khusus berlaku untuk Ekaristi. Karena itu perayaan Ekaristi harus selalu diselenggarakan dalam konteks situasi dan kondisi sosial secara konkret di mana kita berada. Ekaristi bukanlah suatu urusan pribadi atau hanya untuk keperluan sendiri belaka. Dalam melaksanakan perayaan Ekaristi imam harus mengulangi dan mengucapkan apa yang dahulu diucapkan Yesus ketika Ia menyelenggarakan perjamuan malam terakhir.

Yesus juga meminta supaya kita, imam dan segenap umat, yang menganggap dirinya murid Yesus, harus melakukan apa yang dilakukan Yesus, yaitu melakukan perbuatan kasih. Perbuatan kasih yang dilakukan Yesus berupa pemberian diri-Nya sendiri seluruhnya. Dalam perjamuan malam, pemberian diri Yesus itu masih bersifat simbolis dan profetis bagaikan lambang, dalam bentuk roti dan anggur.

Namun dalam kenyataannya roti dan anggur itu adalah Tubuh dan Darah-Nya, yang menjadi kenyataan pada hari berikutnya, yaitu ketika Yesus wafat di kayu salib di Kalvari. Itulah makna Sakramen Ekaristi, kendati dalam bentuk roti dan anggur, namun itulah diri Yesus seutuhnya! Inilah perbuatan kasih, yang harus kita lakukan untuk mengenangkan-Nya! Mengenangkan Yesus berarti berbuat seperti Yesus lakukan! Maka, merayakan Ekaristi sebenarnya berarti menunjukkan kesediaan kita untuk berbuat kasih kepada sesama.

Itu berarti, bahwa kita harus menjadi Ekaristi bagi sesama. Kita harus siap menjadi roti yang dipecah-pecahkan, dibagi-bagikan dan diberikan kepada orang lain. Karena itu, perayaan Ekaristi tidak bermakna, bila dilepaskan dari relasinya dengan keadaan masyarakat, tempat kita berada. Bila tidak demikian Gereja akan menjadi Gereja tertutup, Gereja yang bertentangan dengan Ekaristi.

Konsili Vatikan II menegaskan : “Ekaristi adalah sumber dan puncak setiap hidup kristiani.” Sedangkan Paus Yohanes Paulus II menegaskan : “Gereja hidup dari Ekaristi.” Kita dipanggil Tuhan untuk tetap setia mengikuti Yesus, yaitu untuk menjadi Ekaristi bagi sesama. Selamat Bahagia Saudara-saudariku yang hari ini menerima untuk pertama kalinya Tubuh dan dan Darah Kristus dalam Ekaristi.

Berkah Dalem

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here