HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS – 23 JUNI 2019

BARANGSIAPA MAKAN DAGING-KU DAN MINUM DARAH-KU, IA TINGGAL DALAM AKU DAN AKU DI DALAM DIA

Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Pada hari Minggu ini anak-anak kita sejumlah 105 orang akan menyambut Tubuh dan Darah Kristus untuk pertama kalinya di Paroki kita. Bagi kita Umat Katolik meyakini bahwa Ekaristi menjadi jantung dan pusat kehidupan iman Katolik.

Ekaristi adalah “sumber dan puncak kehidupan Kristiani” (KGK no.1324) dan “hakikat dan rangkuman iman kita” (KGK no.1327). Gereja mengajarkan bahwa Yesus Kristus sungguh hadir, nyata, dan substansial dalam Ekaristi, yaitu Tubuh, Darah, Jiwa dan ke-Allahan-Nya di dalam rupa roti dan anggur (KGK no.1374). Saat Imam mempersembahkan Perayaan Ekaristi selesai mengucapkan doa konsekrasi : “Inilah Tubuh-Ku” dan “Inilah darah-Ku.”

Tuhan secara ajaib mengubah roti dan anggur itu menjadi Tubuh dan Darah-Nya. Kejadian transubstansiasi mengakibatkan substansi roti dan anggur berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus (lih. KGK no.1376). Jadi, yang tinggal hanya rupa roti dan anggur, tetapi substansi roti dan anggur sudah lenyap, digantikan dengan kehadiran Yesus. Yesus hadir dalam setiap partikel yang terkecil dari roti dan dalam setiap tetes anggur.

Berkat Yesus sungguh hadir dalam perayaan Ekaristi, maka kita pun memberi hormat terhadap kehadiran-Nya. Gereja mengajarkan agar kita memperlakukan Hosti Suci dengan hormat, serta melakukan prosesi menghormati Hosti Suci yang disebut Sakramen Mahakudus, dan mengadakan adorasi di hadapan-Nya (lih. KGK no.1378).

Melalui Ekaristi, kita semakin memperdalam persatuan dengan Tuhan Yesus. “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum Darah-Ku, ia tinggal dalam Aku dan Aku di dalam Dia.” Ekaristi juga memisahkan kita dari belenggu dosa. Dengan persatuan dengan Yesus Kristus, kita dibersihkan dari noda-noda dosa yang telah kita lakukan, serta melindungi kita dari dosa-dosa baru (lih. KGK no.1393). Ekaristi membangun semua umat beriman menjadi satu Tubuh, yakni Gereja.

Ekaristi memperkuat tali ikatan persaudaraan antar-anggota Gereja. Dalam Ekaristi, kita juga diutus untuk senantiasa mendorong persatuan umat beriman. Roti dan anggur yang kita santap juga mewajibkan kita memiliki perhatian lebih terhadap mereka yang miskin, tersingkir, menderita, dan lemah.

Dengan bersatu dengan Kristus, kita mengakui kehadiran Kristus dalam rupa orang-orang miskin yang berada di sekitar kita. Orang-orang miskin yang menjadi saudara-saudara-Nya, yang di dalam Dia, menjadi saudara-saudara kita.

Berkah Dalem

RD. St. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here