HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN – MINGGU, 6 JANUARI 2019

TEMA : “BINTANG MISIONER PANCARKAN SINARMU

Hari ini kita rayakan Hari Raya Penampakan Tuhan (Epiphania Domini). Minggu ini juga ditetapkan sebagai “Hari Anak Misioner Sedunia” ke 176. Tahun 2019 mengambil tema : “Bintang Misioner Pancarkan Sinarmu.” Inilah seruan nabi Yesaya : “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu” (Yes 60:1).

Memenuhi seruan sang nabi, kita didorong untuk bangkit, menyinarkan Terang Tuhan dengan memberi kesaksian hidup yang dijiwai nilai-nilai injili. Teladan para Sarjana dari Timur, mereka mempersembahkan “kado ” kepada Yesus. Hendaknya kita mempersembahkan diri, hati dan niat baik kita sebagai “kado” untuk Yesus : “siap diutus menjadi pewarta Injil-Nya“.

Kita wartakan Yesus, Sang Kabar Sukacita dari Allah kepada siapa pun yang kita jumpai. Kita diajak menyambut Yesus, yang menampakkan diri di Betlehem. Mari kita bersama orang majus menghadap dan menyembah-Nya. Dari kisah Injil Matius hari ini kita dapat menyimpulkan tiga macam sikap manusia terhadap “jalan turun” yang ditempuh Yesus Juruselamat kita : Pertama : “Orang Majus“, orang-orang asing terkemuka dari Timur, kelompok orang baik hati dan budi, terbuka terhadap tanda di langit tentang kedatangan Mesias.

Mereka mencari bayi Penyelamat di negeri asing. Kedua : Di negeri Yahudi sendiri Raja Herodes terkejut mendengar berita kelahiran Mesias. Ia melihat bahaya kehilangan kedudukannya. Penampilan orang lain dianggap sebagai saingan. Para imam dan ahli Taurat Yahudi tahu dari Kitab Suci, bahwa Mesias akan lahir di Betlehem. Namun hati mereka beku, tidak mencari kedatangan Mesias itu. Mereka tidak ambil pusing.

Ketiga : Kelompok ke-3 terdiri dari orang-orang sederhana, tidak punya pretensi apapun, termasuk penduduk pinggiran, yakni para gembala. Mereka ini orang yang saling terbuka, saling berbagi kesukaan maupun kedukaan. Orang-orang inilah yang mampu membaca tanda dari langit. Ketiga macam sikap itu dapat kita anggap sebagai alat cermin untuk memantulkan kesejatian diri kita. Allah menampakkan diri kepada manusia dengan menempuh “jalan turun“.

Allah berkenan menjadi manusia seperti kita. Ia adalah Raja Semesta Alam menjadi bayi makhluk kecil di Betlehem. Marilah kita menyambut Yesus, Tuhan kita, yang menampakkan diri-Nya dengan hati terbuka, rendah hati dan bersujud
menyembah-Nya.

BERKAH DALEM

RD St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here