Hari Minggu Prapaskah II – 8 Maret 2020

Tema : “JALAN YESUS ITU ADALAH JALAN KITA JUGA

Kita memasuki Minggu Praskah II. Sebelum pergi untuk naik ke gunung Tabor bersama murid-Nya : Petrus, Yakobus dan Yohanes, Yesus sudah memberitahukan kepada mereka, bahwa Ia harus menderita, dibunuh, namun akan bangkit kembali (lih. Mat 16:21-28).

Saat itu Yesus mengatakan kepada para murid-Nya : “Barangsiapa mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Mat 16:24). Di kemudian hari ketiga murid itu diajak oleh Yesus pergi ke Taman Getsemani untuk berdoa sebelum Ia memasuki sengsara-Nya.

Di situlah mereka melihat Yesus bergumul dalam batin menghadapi perutusan-Nya yang berat sebagai Mesias. Ternyata Yesus, Guru mereka, yang telah berbuat baik, kasih, menolong banyak orang, dan yang sebelum kemuliaan-Nya telah mereka saksikan di gunung Tabor, ternyata harus menderita.

Apakah pesan Injil Hari Minggu ini? Hendaknya kita mendengarkan sabda Tuhan, dan bersedia melakukannya dengan setia. Sabda Tuhan yang disampaikan Yesus dalam Injil Matius hari ini kepada kita adalah hubungan antara perjuangan dan kemenangan, atau antara penderitaan dan keselamatan/kemuliaan.

Petrus, Yakobus, Yohanes menyaksikan kemuliaan Yesus di gunung, kemudian mereka juga menyaksikan pergumulan batin-Nya di Taman Getsemani, bahkan dalam penderitaan-Nya di salib di Golgota. Karena itu, barangsiapa seperti ketiga murid Yesus itu, mau ikut mengambil bagian dalam kemuliaan Yesus, harus bersedia mengambil bagian dalam penderitaan-Nya!

Injil tentang transfigurasi Yesus mengingatkan kita untuk mendengarkan Sabda Allah. Kita sering mendengarkan sabda Yesus, namun tidak taat melakukannya dalam kata dan perbuatan dalam hidup kita. Di atas gunung Tabor wajah Yesus : “bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang” (Mat 17:2), tetapi ketika tergantung di kayu salib di bukit Golgota wajah-Nya suram (lih. Mat 27:35).

Mungkin kita bertanya : Mengapa Allah menyembunyikan kemuliaan-Nya di gunung tinggi, sehingga banyak orang tidak dapat melihat-Nya? Mengapa Allah tidak menyelamatkan Dia dari kayu alib? Kebijaksanaan ilahi bukanlah kebijaksanaan manusiawi.

Untuk bisa memahami kemuliaan Allah dalam diri Yesus, kita harus bersedia memperhatikan dan mengalami apa yang terjadi di gunung Tabor atau bukit Golgota! Transfigurasi (perubahan) penampakan diri Yesus dapat kita lihat.

Penderitaan bukanlah sesuatu yang kita cari, bukanlah pula nasib kita, melainkan merupakan suatu jalan menuju kebahagiaan, sebagaimana telah ditempuh oleh Yesus Kristus sendiri!

BERKAH DALEM

RD St. Sumardiyo Adipranoto