Hari Minggu Prapaskah I – 1 Maret 2020

Tema : “KESETIAAN ITU MENEGUHKAN IMAN, HARAPAN DAN KASIH KITA

Kita memasuki Minggu Praskah I. Pada saat Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan, diumumkan sebagai putera Allah (Mat 3:17). Tetapi justru sesudah itu Yesus harus mengalami tiga macam godaan setan selagi berpuasa 40 hari di padang gurun.

Setelah Yesus dibaptis, dibimbing oleh Roh Kudus, diperkenalkan sebagai Putera Allah, ke padang gurun untuk berkonfrontasi dengan setan dan iblis! Seperti dahulu Israel juga berkonfrontasi dengan berbagai percobaan, namun tidak mampu mengatasinya dan jatuh dalam dosa.

Namun Yesus sekarang berhasil mengatasinya. Setan tidak bisa mematahkan ikatan kesetiaaan-Nya yang teguh kepada Bapa-Nya! Dan tema renungan APP kita minggu I bertema : “Plastik dalam Kehidupan Kita.” Percobaan I : Mengubah batu menjadi roti. Yesus tak mau menggunakan kuasa-Nya untuk menunjukkan seakan Ia dapat hidup tanpa pertolongan Allah.

Kita dapat hidup bukan hanya dengan makan roti, melainkan karena Allah menghendaki kita hidup! Mengikuti Yesus berarti tidak mau hanya bergantung dari hal-hal duniawi. Bila hanya bergantung pada hal – hal materiil, kita membiarkan diri memasuki percobaan! Percobaan II : Menjatuhan diri dari bumbungan Bait Allah. Yesus menolak membuktikan kehadiran Allah dalam diri-Nya dengan menjatuhkan diri dari Bait Allah.

Yesus menolaknya. Sebab bagi Yesus menghormati Allah berarti menolak setiap bentuk percobaan bahkan manipulasi terhadap Allah. Bila kita sungguh menghormati Allah, kita tidak perlu membuktikannya kepada siapapun! Sikap-dasar hidup Yesus sebagai putera Allah itu tampak dalam kesediaan-Nya “untuk turun ke dalam jurang maut demi kesetiaan-Nya akan kehendak Allah”  (lih. Mat 26:39; 27:46).

Percobaan III : Sujud Menyembah Iblis. Percobaan ketiga intinya adalah melawan penyebahan terhadap berhala. Percobaan ini sangat kuat dialami bangsa pilihan Allah (Israel). Apakah pendewaan semacam itu masih relevan bagi kita di zaman ini? Dunia romawiyunani mengenal dewa-dewa yang berkuasa. Di tengah masyarakat kita sekarang merajalela arus pendewaan kepentingan diri, kekuasaan, kekayaan.

Di tengah pendewaan “hal-hal duniawi” itu, Yesus tampil. Yesus tampil dengan berjiwa patuh dan setia terhadap Allah. Sejak awal Yesus datang dengan tugas menyelamatkan kita, menghadapi godaan setan. Yesus menggunakan kekuatan Kitab Suci bila ada kegelapan keraguan dan percobaan. Kita harus mengikuti teladan Yesus ini, agar jangan jatuh tertipu dalam manipilasi setan dan tindak kedosaan.

Betapa indah dan berguna bagi setiap orang yang mau bertobat, dengan meningkatkan semangat berdoa, berpantang dan berpuasa serta beramal kasih.

BERKAH DALEM

RD St. Sumardiyo Adipranoto