MINGGU PASKAH VI – 6 MEI 2018

Tema : “Setiap Murid Kristus Diutus Menyatakan Kasih kepada Sesama

Dalam perayaan Ekaristi pada Hari Minggu Paskah VI ini, baik Bacaan II, yakni surat yang pertama maupun Injilnya, Yohanes mengemukakan kepada kita hal kasih. Bukan kasih manusia, melainkan kasih Allah. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih” (1 Yoh 4:8).

Melalui baptis kita umat Kristiani menjadi murid Yesus Kristus. Baptis yang telah kita terima adalah suatu anugerah agung yang satu dan sama dari Tuhan bagi semua orang tanpa perbedaan. Martabat kita sebagai umat kristiani, berkat baptis menjadi murid Yesus, di hadapan Tuhan tidak dibedakan menurut kelamin, tingkat kehidupan, kedudukan, kemampuan kita dalam masyarakat.

Kesungguhan atau otentisitas keadaan kita sebagai orang, yang telah dibaptis atau sebagai sebagai murid Yesus, bukan diukur dan dinilai dengan besarnya hasil atau prestasi yang dapat dicapai dan langsung dapat dilihat orang. Ukuran kesungguhan keadaan kita sebagai murid Yesus ialah kesungguhan kasih kita. Artinya sejauh manakah kasih kita adalah sesuai dengan kasih Yesus.

Yesus berkata : “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku“(Yoh 15:15). Betapa membanggakan dan menggembirakan bahwa kita dianggap sahabat oleh Yesus sendiri, yang adalah Putera Allah Bapa!

Akan tetapi juga betapa kuat perintah Yesus kepada kita, bahwa kita sebagai murid-Nya harus bersedia untuk hidup bersama dengan sesama sebagai sahabat! Tuhan menganggap kita sebagai sahabat-Nya, kita dijadikan sahabat-Nya. Yesus sendiri adalah pemberi teladan hidup kita bersama orang lain sebagai sahabat. Bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini menunjukkan kepada kita kebutuhan adanya persahabatan dan persaudaraan yang berdasar pada dasar kasih.

Injil hari ini memberi pesan kepada kita, agar kita harus sungguh menganggap setiap sesama kita, siapapun orang itu juga, sebagai sahabat kita sejati. Kesungguhan atau otensitas penghayatan kasih kita kepada sesama sesuai dengan perintah Kristus merupakan ukuran untuk mengetahui apakah kasih kita kepada sesama murni dan benar ataukah hanya “buatan” dan palsu! Kita hanyalah sungguh murid Yesus, apabila kita mengasihi sesama kita, seperti Kristus telah mengasihi kita sebagai sahabat-Nya.

Pesan kasih Injil hari ini mengajak kita semua, sesuai dengan kemampuannya, namun atas dorongan martabat kita sebagai murid Kristus, untuk menghayati persahabatan kita satu sama lain seperti Kristus, dan menyatakan kasih persaudaraan kita sebagai keluarga besar umat Paroki Kristus Raja Serang.

Berkah Dalem

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here