MINGGU PASKAH III – 15 APRIL 2018

TEMA : MESIAS HARUS MENDERITA DAN BANGKIT!

Hari Raya Pentekosta memiliki pengaruh amat luas bagi para Rasul. Mereka sungguh on fire! Mereka bergerak cepat dengan pengajaran dan khotbah yang membuat banyak orang percaya. Ketika Petrus dan Yohanes menyembuhkan seorang lumpuh (lih. Kis 3: 6), Petrus menceritakan misteri Kristus.

Ia menunjukkan motivasi mendasar penolakan orang Yahudi terhadap kedatangan Kristus. Ia juga mengakui, kuasa Allah memenuhi seluruh bumi, sehingga bisa mengubah kehinaan hamba-Nya yang menderita menjadi mulia. Petrus berkata, “kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar. Ia pemimpin kepada hidup telah dibunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.”

Petrus bahkan mengakui, kami adalah saksi. Akhirnya ia meminta mereka untuk sadar dan bertobat sehingga dosa mereka dapat dihapuskan. Hal terpenting adalah perkataan Petrus bahwa mereka saksi mata. Pewartaan Petrus ini menunjukkan bahwa Kristus hidup dan terus-menerus bekerja melalui tindakan dan perbuatan para rasul.

Pengalaman bersama Yesus ini oleh penginjil Lukas disebut pengalaman akan “Dia yang tersalib.” Ketika para murid berkumpul bersama sebagai satu komunitas, dalam suasana ketakutan, mereka membagi pengalaman kesaksian mereka akan kebangkitan Yesus. Petrus memberi kesaksiannya, demikian juga dua murid yang tadinya pergi ke Emaus.

Pada saat ada kebersamaan, meski ada situasi ketakutan atau sukacita karena berita kebangkitan, Yesus muncul di tengah mereka dan berseru, “Damai sejahtera bagi kamu.” Mereka mendengar suara-Nya dan melihat Tubuh-Nya, tetapi Yesus berusaha menunjukkan diri-Nya sebagai “Dia yang tersalib.” Ia menunjukkan kaki dan tangan-Nya. Untuk memperkuat iman mereka.
Yesus membuka pikiran mereka dan merekapun mengerti Kitab Suci terutama tentang penderitaan, wafat dan kebangkitanNya.

Konsekuensinya adalah pertobatan dan pengampunan dosa perlu diwartakan dan dialami oleh semua makhluk. Kita pun dipanggil berkumpul bersama dalam Ekaristi untuk mengenang Paskah Kristus. Dia telah datang ke tengah kita dan kita pun bersatu dengan-Nya dalam Ekaristi kudus. Sabda Tuhan hari ini mengarahkan kita untuk mengimani Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat kita.

Yesus menjadi pusat pewartaan Gereja pada masa kini dengan tetap berusaha untuk menghadirkan Injil-Nya. Memandang “Dia yang tersalib” membuat kita memandang hidup kita dengan aneka pergumulan yang kita alami. Dengan memandang Dia yang tersalib kita menimba kekuatan untuk tetap berjuang. Untuk menimba pengalaman memandang Yesus tersalib ini maka kita tetap membutuhkan Dia untuk membuka pikiran kita supaya mengerti isi Kitab Suci.

Berkah Dalem

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here