Hari Minggu Biasa XXVIII – 13 Oktober 2019

TEMA : “KITA TAMPILKAN MENTALITAS YANG BAIK DAN KITA KEMBANGKAN

Kita memasuki Minggu Biasa ke XXVIII. Pada waktu kita masih usia kanak-kanak, ada didikan dan kebiasaan baik ditanamkan kepada kita. Di zaman ini hampir dilupakan. Orang tua berkali kali mengajari anaknya yang masih kecil untuk mengatakan “terima kasih” saat menerima sesuatu dari siapapun.

Ketika sang anak menerima roti dari di tangan dan diam saja, orang tua akan mengingatkan, “Ayo, bilang apa?” Lalu anak kecil itu mengatakan, “Terima kasih”. Kalau sejak kecil kita sudah kita ajari ber-terima kasih, mengapa sekarang untuk mengucapkan kata “terima kasih” saja betapa sulit.

Sepuluh orang sakit kusta dalam Injil hari ini menjadi salah satu contoh, betapa sulitnya orang bersyukur dan ber-terima kash. Dari sepuluh itu hanya satu yang kembali dan ber-terima kasih. Satu orang itu saja adalah orang Samaria, maksudnya orang yang disebut kafir, tidak mengenal Tuhan. Mungkin juga tidak “bersekolah”, orang itu tidak terdidik, kendati begitu dia justru tahu terima kasih.

Satu orang Samaria yang tahu terima kasih itu menjadi sindiran bagi kita sekalian. Kita bukan orang kafir, kita orang beriman. Namun, mudahkah mulut kita mengucapkan terima kasih, dan hati kita mengungkapkan sukur kepada Tuhan? Bukankah tidak lebih mudah mengucapkan kata-kata umpatan, menggerutu atau permohonan, yang setelah terkabul juga lupa ber-terima kasih?

Sikap hidup atau perilaku itu memang harus dilatih, dibiasakan, dan dipraktekkan, tidak hanya cukup tahu. Bila hanya berhenti pada “tahu”, ya akan berhenti di otak kita saja. Bibir dan mulut kita menjadi sulit untuk mengucapkannya. Mari kita mencari untuk hari ini, kepada siapa kita sebaiknya ber-terima kasih.

Yesus datang kedunia untuk membebaskan, membantu dan membahagiakan manusia, Karena itu jika ada yang datang kepada-Nya, Yesus hanya memimta satu syarat saja atau tanpa banyak bertanya Yesus mengabulkan permintaan orang itu. Syarat tersebut diberikan dengan sangat mudah, karena ada sesuatu yang lebih penting dari itu, Yesus menghendaki agar kita percaya kepada-Nya.

Sikap beriman kepada Yesus membawa dampak positif yang besar bagi seseorang dan bagi kehidupan bersama. Karena, itu berarti kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan menerima seluruh ajarannya.

Berkah Dalem

RD. St. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here