Hari Minggu Biasa XXI – 25 AGUSTUS 2019

TEMA : “JADILAH TELADAN DALAM MELAKUKAN YANG BENAR

Kita memasuki Minggu Biasa ke 21. Warta Baik yang hendak disampaikan Injil Lukas 13:20-30 bahwa manusia mengharapkan keselamatan. Kita mengimani Allah dalam diri Yesus sebagai Penyelamat umat manusia. Yesus yang adalah Tuhan memiliki kuasa atas keselamatan umat manusia.

Usaha, pelayanan, kerja keras atau segala upaya yang dilakukan setiap orang, barangkali dilakukan untuk memperoleh “keselamatan” itu. Mereka meyakini usaha, kerja, pelayanan dan pikirannya itu akan membawanya menuju kepada keselamatan. Dalam kisah yang diwartakan Injil hari ini, saya membayangkan Allah sebagai Tuan Rumah.

Ia dengan bebas untuk membuka atau menutup pintu rumah-Nya bagi orang lain. Ia berhak menentukan, dan tidak ada seorang pun yang dapat menyangkal atau melawan-Nya. Pintu yang digambarkan itu bagaikan “pintu keselamatan“. Hal ini menggambarkan bahwa melalui Yesus Kristus, manusia dapat bertemu dan berjumpa dengan Allah Bapa.

Tidak ada seorang pun dapat bertemu dengan Allah Bapa tanpa melalui Yesus Kristus. Pintu itu juga gambaran “kerahiman” Allah, yaitu wujud belas kasih-Nya sendiri. Sesungguhnya setiap manusia diundang masuk ke dalam-Nya. Hanya saja, semua yang baik itu tidak ada yang mudah. Demikian pula jalan untuk mencapai keselamatan itu tidak lapang. Orang harus berjuang dalam kebaikan dan kebenaran untuk mencapainya.

Dalam kehidupan harian, jalan sempit itu tergambar dalam pertanyaanini : “Siapakah yang dapat dengan mudah memaafkan orang dekat yang benar-benar menyakiti?” “Siapakah yang mudah memberikan yang dimiliki padahal dirinya sendiri sebenarnya sangat membutuhkan?” “Siapakah yang mudah untuk menerima direndahkan?” Itulah usaha untuk datang dan membuka pintu.

Tawaran sudah diberikan, kemudian penentunya adalah pihak manusianya, apakah menerima tawaran itu atau menolaknya. Dalam hal ini, kehendak bebas manusia menjadi penentu keselamatannya sendiri. Maka marilah kita berusaha menjadi teladan yang pertama dalam berbuat kebaikan dan kebenaran. Marilah kita melatih diri supaya kita mampu tampil sebagai pribadi yang tangguh dalam berjuang melewati lorong sempit, yang sering dihindari orang.

Semoga sikap dan keteguhan hati kita, yang selalu terarah kepada-Nya memberi motivasi, daya kuasa untuk memperjuangkan dan mewujudkannya Semoga.

Berkah Dalem

RD. St. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here