HARI MINGGU BIASA KE XXXI – 03 NOVEMBER 2019

PEMBARUAN DIRI ADALAH AWAL KEMAJUAN DAN KEBERHASILAN

Kita memasuki Minggu Biasa XXXI. Inilah Kabar Gembira hari ini; Kata Yesus kepada Zakheus : “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.” Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita.

Di balik Kabar Gembira itu terjadi “perjumpaan Yesus dan Zakheus“, terjadi “pertobatan dan pembaruan hidup dalam diri Zakheus” berkat panggilan Yesus, dan terjadi “sukacita baginya, sebab keselamatan terjadi atas keluarga Zakheus, karena ia pun anak Abraham“.

Kadang orang hanya ingin mencari rasa aman, nyaman dan selamat dalam hidupnya, meski untuk mendapatkannya orang kadang harus menipu dirinya sendiri, bahkan sampai mematikan suara hatinya. Kini pun kita akan mudah mendapatkan orang-orang seperti itu. Mereka tampak hidup walau sebenarnya mati; mati suara hatinya.

Kompromi sering menjadi alasan bagi orang, agar mendapatkan rasa aman dan nyaman. Namun kadang kompromi hanya merupakan bentuk lain dari sikap ragu dan tidak yakin. Dalam bacaan Injil hari ini, apa yang dilakukan Zakheus merupakan contoh mendapatkan baginya rasa aman, nyaman dan selamat.

Dia kaya, berlimpah harta dan dekat dengan pejabat. Untuk mendapat kekayaan itu, Zakheus bahkan harus mematikan suara hatinya, namun sikap seperti itu justru membuat dia dibenci rakyat kecil. Perjumpaan dengan Yesus membawa dampak positif bagi Zakheus.

Orang kaya yang disebut dalam salah satu perumpamaan Lukas (Luk 18:9-14) tidak mampu mengatasi kekayaan, yang justru menjadi penghalang bagi hidup rohaninya. Orang kaya dalam kisah ini, yaitu Zakheus, justru mampu mengatasinya dengan baik sebab dia siap membagi-bagikan separuh harta kekayaannya kepada kaum miskin dan mengembalikan 4 X lipat kepada semua orang yang telah diperasnya.

Dengan demikian terpenuhilah segala syarat untuk memperoleh keselamatan sejati. Sehingga Yesus pun menyebut dia sebagai anak Abraham. Itu berarti Zakheus juga mendapat warisan akan janji keselamatan Allah. Mulai hari ini kita akan membuka serangkaian acara lomba “Pesta nama Paroki Kristus Raja” Serang.

Marilah kita tunjukkan semangat dan simbol kebersamaan dan kesatuan Jemaat kita. Panita KEP sudah membantu dalam mengadakan Kaos berwarna-warni guna menunjukkan kebhinekaan Jemaat kita, namun tetap dalam satu semangat kasih dan sukacita menyambut usia Paroki kita ke 69 tahun, kita layak memakainya dalam acara khusus tersebut.

Berkah Dalem

RD. St. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here