HARI MINGGU BIASA KE XXVIII – 14 OKTOBER 2018

Mendapatkan Segalanya

Injil hari ini menampilkan seorang kaya yang mempunyai cita-cita tinggi. Ia datang kepada Yesus dengan penuh semangat dan menyampaikan keinginannya untuk memperoleh hidup kekal. Yesus tahu apa yang telah dijalani oleh orang tersebut, taat segala perintah Allah dan juga latar belakang hidupnya.

Itulah sebabnya Yesus memberikan kepadanya tantangan baru : sebuah cara dan pilihan hidup yang lebih mendalam, bukan hanya sekedar melaksanakan hukum dan peraturan. Orang kaya itu diminta untuk meninggalkan segalagalanya;
dirinya sendiri dan harta kekayaannya. Selanjutnya ia harus berjalan mengikuti Yesus dan memulai hidup yang baru.

Tantangan Yesus yang diberikan kepada orang kaya itu adalah juga tantangan yang ditujukan kepada kita masing-masing, para murid Tuhan sepanjang zaman. Setiap murid Yesus diingatkan bahwa hidup kekal harus menjadi cita-cita rohaninya. Untuk mendapatkan itu, ada harga yang harus dibayar, bahkan harganya mahal.

Itulah saat ketika kita harus meninggalkan sesuatu, harta milik, hal-hal yang kita andalkan di dunia ini, dan menyerahkan diri kepada Tuhan. Yesus menjadi andalan kita satu-satunya. Kita harus hidup dalam dan dari iman. Setelah mendengar tantangan tersebut, orang kaya yang pada awalnya penuh semangat itu akhirnya mengundurkan diri. Kekayaannya telah menghambatnya untuk meraih cita-cita rohaninya : hidup kekal.

Ia gagal menjadi pengikut Yesus yang mengantarkannya kepada keselamatan. Sangat tidak mudah mewartakan pesan Injil ini. Hal itu terjadi, bila kita masih hidup dalam kekhawatiran, kecemasan dan kegelisahan. Bahaya itu dapat kita atasi kalau tuntutan radikal tersebut ditempatkan dalam perjalan menuju cita-cita hidup rohani sebagai orang beriman. Yesus sungguh menaruh kasih kepada kita. Dia tidak mau kita gagal paham, dan akhirnya gagal untuk mencapai kehidupan kekal.

Rahmat Allah selalu kita harapkan untuk menyadarkan kita akan kesementaraan
hidup dan segala sesuatu yang kita miliki. Kehidupan kekal harus menjadi arah dasar kehidupan kita mengikuti Yesus. Kita yang telah menjadikan Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat mestinya memiliki kesadaran akan cita-cita rohani : hidup kekal. Karena orang-orang yang hidup bersama Yesus sebetulnya
sudah mengalami indahnya hidup kekal itu.

Dalam perjalanan sejarah gereja muncul tokoh-tokoh seperti St. Antonius, Abas dan St. Fransiskus Asisi yang sungguh menanggapi amanat Injil ini. Dengan meninggalkan segalanya (yang bukan Allah), mereka mendapat SEGALA (Allah sendiri).

BERKAH DALEM

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here