HARI MINGGU BIASA KE XXIX – 21 OKTOBER 2018

KEBESARAN ORANG KRISTIANI ADALAH PELAYANAN DAN PENGORBANAN BAGI SESAMA

Indahnya kehidupan adalah saat kita mampu mengambil bagian di dalamnya. Melakukan dengan baik apa yang bisa dilakukan, menerima dengan lapang dada apa yang belum bisa dilakukan dan mensyukuri apa yang terjadi dalam kehidupan itu.

Paradoks manusia, ia bisa berkata lebih banyak daripada apa yang dialami. Karena itu, ia lebih banyak mengomentari daripada mensyukuri apa yang dialami dan lebih banyak mengamati daripada berbuat. Sebab mata tidak pernah puas untuk melihat, demikian mulut sulit menahan diri untuk tidak berkata-kata.

Namun tangan mudah lelah untuk berbuat dan hati mudah kecut untuk merasakan yang tidak sesuai untuknya. Indah dan salib pelayanan adalah berani melakukan segala sesuatu, menjadi bagian dari orang lain dan menghadapi cobaan tanpa berbuat dosa. Jika jiwa pelayanan ini disadari dan selalu dibawa, maka kita tidak akan mudah jatuh pada kepentingan dan kesenangan sendiri dengan mengatasnamakan pelayanan.

Banyak orang berdosa karena mengatas-namakan pelayanan (agama atau lembaga). Banyak orang masuk penjara karena menyalah-gunakan pelayanan. Banyak orang tidak mau melayani lagi karena perilaku buruk orang tertentu.
Akhirnya, pelayanan menjadi bahan pembicaraan. Sebab banyak hal terjadi di luar yang kita harapkan. Sementara, yang ingin kita dan orang alami belum bisa dirasakan. Mestinya, pelayanan membawa orang pada syukur, bukan
menuntut orang pada perkara dan penjara.

Hari ini Yesus mengambil contoh dimana pelayanan menjadi bahan perdebatan. Mengapa diperdebatkan? Karena para pelayan (murid) tidak berlomba menjadi hamba bagi sesama, tetapi berlomba menjadi tuan dan mencari tempat yang aman, tidak berlomba memberi pertolongan, tetapi untuk mendapatkan pertolongan, tidak berlomba rendah hati untuk mengangkat yang papa, tetapi tinggi hati untuk merasakan kemapanan.

Maka, indah sekali teguran Yesus, secara langsung dan tersirat mengatakan “kita dipanggil untuk melayani, menjadi hamba dan memberikan nyawa untuk tebusan bagi banyak orang.” Panggilan pelayanan adalah cinta. Jiwa pelayanan adalah cinta, menjadi tebusan bagi banyak orang. Di sinilah “surga” bagi para pelayan, murid dan kita semua yang mengambil bagian dalam karya Yesus, yaitu salib menuntun jalan ke surga.

Surga itu suatu kehormatan. Kehormatan itu tidak diminta, tetapi diberikan. Kehormatan diberikan kepada mereka yang mau melayani dengan tulus. Demikian surga akan diterima orang yang “memberikan surga” kepada sesama : rasa damai, perhatian, kesetian, pengampunan, pelayanan tulus, dsb. Karena itulah Yesus berkata kepada mereka yang meminta surga kepada-Nya, “Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan” (Mrk 10:40).

Berkah Dalem

RD. St. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here