Hari Minggu Biasa ke XIX – 11 Agustus 2019

TEMA : “MENANTI TUHAN DENGAN SETIA DAN BERJAGA

Kita memasuki Minggu Biasa ke XIX. Kabar hari ini : “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang” (Luk 12:43). Pada saat ini bukan saatnya kita tidur, bermalas-malasan atau berpangku tangan.

Yesus menasihatkan agar kita selalu siap, berjagajaga, semangat melayani, mewartakan kabar gembira dan menjaga agar api Roh Kudus dalam hidup kita tetap menyala. Seperti seseorang yang sedang menunggu tuannya kembali dari pesta pekawinan, maka ketika Ia datang dan mengetuk pintu, kita dengan segera membuka pintu bagi-Nya. Yesus berkata, “Apabila ia datang pada tengah malam atau pada dini hari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka” (Luk 12:38).

Saat penantian adalah saat yang sangat menentukan kita. Kita tahu bahwa pekerjaan menanti itu bisa menjemukan, apalagi yang dinanti-nanti tidak kunjung datang. Banyak orang menjadi tidak sabar dalam hal menanti, sehingga mereka pun tidak lagi tahan, akhirnya berubah sikap. Yesus menghendaki agar kita selalu dalam kondisi siap sedia dan berjagajaga. Dikatakan, “Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala” (Luk 12:35).

Kita bisa belajar dari kehidupan Bapak Nuh, yang tekun bekerja dan mempersiapkan bahtera, padahal dia tidak tahu kapan air bah itu datang. Kitab Suci menyatakan, “Karena iman, maka Nuh, dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan, dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya, dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya” (lih.
Ibr 11:7).

Bapak Nuh taat melakukan segala yang diperintahkan Tuhan kepadanya, sementara orangorang sezamannya tidak peduli. Akhirnya, ketika air bah datang, Nuh dan seisi rumahnya diselamatkan. Maka, “Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan” (Luk 12:40). Mari kita gunakan hari-hari, waktu, saat, yang singkat ini untuk bekerja dan berkarya bagi kemuliaan Tuhan. Apapun tugas, karya dan perutusan panggilan kita, biarlah kita kerjakan itu dengan setia dan kesungguhan hati.

Selagi ada waktu untuk hidup, betapa indahnya bila kita bertobat dan menerima
Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Jadilah murid Kristus yang semakin bertanggung-jwab dalam tugas dan setia dalam melaksanakan perutusanmu.

Berkah Dalem

RD. St. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here