HARI MINGGU BIASA KE XIII – 30 JUNI 2019

Tema : “Mengapa Orang Samaria Menolak Untuk Mengikut Yesus

Hari ini Gereja memasuki Hari Minggu Biasa ke XIII. Apa yang akan kita lakukan ketika berhadapan dengan orang yang menolak kebaikan kita atau menyakiti kita? Reaksi spontan yang muncul pasti sumpah serapah, kata kutukan, kata makian, atau bahkan keinginan agar orang tersebut binasa. Reaksi spontan seperti itu juga ditunjukkan para murid Yesus ketika orang Samaria tidak menghendaki Yesus melewati wilayah mereka dalam perjalanan menuju Yerusalem.

Mengapa orang Samaria menolak? Hal ini dipengaruhi sejarah masa silam, saat orang Samaria dianggap sebagai bangsa yang tidak diselamatkan karena telah tercemar oleh pengaruh bangsa kafir melalui perkawinan. Kecuali itu, orang di Yerusalem merefleksikan bahwa peristiwa pembuangan itu merupakan teguran Yahweh atas ketidak-setiaan umat-Nya. Maka masa pembuangan diyakini sebagai periode keselamatan dan bangsa yang dibuang diyakini sebagai orang yang diselamatkan Allah.

Persis, orang Samaria tidak ikut dalam pembuangan itu, maka mereka dianggap pengkhianat dan orang yang tidak diselamatkan. Predikat tersebut membuat orang Samaria bermusuhan dengan Yerusalem. Penolakan orang Samaria itu membuat Yohanes dan Yakobus marah. “Tuhan, apakah Engkau mau supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?” Tetapi Yesus menegur mereka dan memilih untuk pergi ke desa lain.

Dengan sikap itu, Yesus menunjukkan sebuah sikap tanpa kekerasan, sekaligus menyadarkan para murid untuk bertobat dari sejarah masa silam yang membawa perpecahan dan permusuhan. Pesan bagi kita pada saat ini : “Jangan membelenggu sesama kita di masa lalu dengan fanatisme yang sempit dan picik, serta labelisasi negatif yang bisa membunuh karakter seseorang. Apalagi jika hal itu sengaja dilakukan untuk membatasi ruang gerak sesama atau membinasakannya.”

Kita refleksikan : Tampaknya, tidak sedikit orang yang memandang harta sebagai jaminan untuk hidup. Orang dapat bekerja mati-matian untuk mendapatkan uang yang dapat dipakai untuk membeli harta selain untuk disimpan sebagai tabungan. Tampaknya, tidak sedikit orang yang memandang hidup akan menjadi tenang karena kelengkapan fasilitas, pakaian, rumah, kendaraan dan hal-hal lain dapat menjadi pemudah meraih kenyamanan hidup. “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah” (Luk 9:62).

Berkah Dalem

RD. St. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here