HARI MINGGU BIASA II – 20 JANUARI 2019

Tema : “Berusahalah Mempertahankan Perkawinanmu!”

Kita pasti mengingat saat Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan; diciptakannya serupa dengan wajah-Nya dan mengasihinya (Kej 1:27). Allah mengingatkan manusia pertama. Laki-laki harus meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya sehingga keduanya menjadi satu daging (Kej 2: 4). Santo Paulus melihat persekutuan mereka simbol persekutuan antara Kristus dan Gereja-Nya (Ef 5:31).

Tuhan mempersatukan dua pribadi menjadi satu daging dalam Sakramen Perkawinan. Hari ini kita mendengar nabi Yesaya dalam bacaan pertama bernubuat, seorang mempelai akan bergirang hati melihat pengantin perempuan. Di sini Tuhan mengatakan karena Sion maka Ia tidak berdiam diri. Relasi Tuhan dan Sion begitu akrab. Ini tentu melukiskan relasi antara Tuhan dan manusia yang mirip dengan relasi perkawinan, relasi dua pribadi yang menyatu dalam keluarga (lih. Yes 62:5).

Relasi antara pribadi dalam perkawinan menjadi kuat karena kehadiran Tuhan untuk melayani keluarga. Penginjil Yohanes mengisahkan : ada perkawinan di Kana, Galilea. Bunda Maria diundang ke pesta perkawinan itu. Yesus dan para murid-Nya diundang ke pesta itu. Bunda Maria menunjukkan keibuannya dengan melihat segala kebutuhan dalam pesta itu.

Ternyata anggur yang menjadi kebutuhan pokok dalam perayaan perkawinan itu kurang, maka Bunda Maria menyampaikan sekaligus meminta Yesus untuk melakukan sesuatu supaya perayaan perkawinan itu berlangsung dengan baik dan aman.

Bunda Maria seakan menghilang dan yang menjadi protagonis adalah Yesus. Ia menyuruh para pelayan untuk mengisi 6 buah tempayan dengan air. Setelah tempayan-tempayan itu penuh, Ia menyuruh mereka untuk mencedok dan membawanya kepada pemimpn pesta.

Air yang sudah berubah menjadi anggur ini dipuji oleh pemimpin pesta sebagai anggur baik yang disimpan oleh tuan pesta. Mukjizat air menjadi anggur disebut sebagai mukjizat pertama, di mana Yesus menyatakan kemuliaan-Nya.
St. Paulus menasihati : “Saudara-saudara, ada rupa-rupa karunia, tetapi hanya ada satu Roh. Ada rupa-rupa pelayanan tetapi hanya ada satu Tuhan.”

Ia melanjutkan : “Roh yang satu dan sama memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus seperti yang dikehendaki-Nya.” Pada hari ini kita layak bersyukur kepada Tuhan karena segala kebaikan dan kasih-Nya. Ia mempersatukan setiap pribadi sesuai kehendak-Nya supaya pribadi-pribadi itu saling mengasihi.

Kita berdoa bagi setiap keluarga supaya mereka mempertahankan perkawinannya karena tujuan utama perkawinan adalah supaya setiap pribadi hidup berbahagia dan sejahatera lahir dan batin.

Berkah Dalem

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here