HARI MINGGU ADVEN IVB – 24 Desember 2017

Tema : “Ketulusan Hati Menjadikan Kita Orang yang Bijak

Kita memasuki Minggu Adven keempat. Jika dalam masa Adven ini kita mengenal tokoh Yohanes Pemandi, yang mempersiapkan kita untuk menerima kedatangan Yesus sebagai Mesias, Injil Lukas hari ini memperkenalkan pribadi wanita Maria dari Nasaret, Ibunda Yesus.

Kita ikuti Injil Lukas yang berceritera tentang tawaran Allah kepada Maria untuk menjadi Ibu seorang Anak, yang harus diberi nama Yesus, yang disebut “Anak Allah Yang Maha Tinggi” (lih. Luk 1:31-33). Memang untuk dapat mengenal Yesus sebagai Penyelamat, yang adalah Allah dan manusia, kita perlu mengenal Maria dari Nazaret. Pada dasarnya Maria adalah sarana relasi erat antara umat manusia dengan Allah.

Maria itu tokoh murid sejati mengajak kita mengenal kemanusiaan Allah yang sebenarnya. Sabda Allah yang disampaikan kepadanya diterimanya. Walau ia tidak tahu bagaimana melaksanakan perjalanan apalagi kesudahannya! Dalam kehidupan dan perbuatan Yesus sebagai anaknya, Maria tidak selalu dapat memahami maksud-Nya. Namun ia tetap percaya dan berpegang teguh akan janji dan kesanggupannya. “Maria menyimpan segala perkara itu dalam hatinya dan merenungkannya” (lih. Luk 2:19).

Akhirnya di Golgota Maria baru mengalami dan menghayati tanggung-jawabnya atas kesanggupan “fiat” nya, dan berkata, “Terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.” Sungguh, lewat berita dalam Kitab Suci ini kita dapat mengenal Maria sebagai pribadi seorang wanita, yang memiliki iman yang mendalam, compassio (rasa belaskasih, rasa belarasa) dan peka kebutuhan sesama! Itulah ketulusan hati Maria yang menjadikannya dirinya bijak.

Maria harus juga menempuh perjalanan sejarah hidupnya melalui aneka masalah. Masalah pertama yang dialami Maria dari Nasaret ini ketika ia dikunjungi malaikat Gabriel. Perawan muda itu terkejut dan takut, ketika didengarnya bahwa ia akan mengandung seorang anak, yang akan menjadi Penebus dan disebut “Anak Allah Yang Maha Tinggi“.

Ia mengaku : “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Tanggapan Gabriel: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau, sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah” (Luk 1:34-35). Kemudian malaikat itu meninggalkan Maria. Lalu Maria mengunjungi Elisabet, wanita tua yang mengandung dan akan melahirkan Yohanes Pemandi.

Dalam peristiwa kunjungan itu terungkap Kidung Maria yang disebut “Magnificat anima mea Dominum“, “Jiwaku memuliakan Tuhan.” Kidung indah ini selanjutnya terdengar di seluruh bumi! Suara Maria itu kini pun terdengar di seluruh penjuru dunia. “Fiat-Ya” Maria telah mempengaruhi suasana hidup dan kehidupan umat manusia di bumi! Terima kasih Bunda.

BERKAH DALEM

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here