HARI MINGGU ADVEN II – 9 DESEMBER 2018

TEMA : “KESELAMATAN YAN G DATANG DARI TUHAN

Kita memasuki Minggu Adven ke II. Pada pekan pertama adven kita dibimbing nabi Yesaya untuk mengerti rencana keselamatan Tuhan sejak masa Perjanjian Lama. Nubuat Yesaya kelihatan masih samar-samar, tetapi sudah punya tujuan jelas, yaitu keselamatan yang datang dari Tuhan.

Maka, orang perlu menyiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan itu. Bacaan pertama ini (Barukh 5:1-9) memberikan motivasi tersendiri bagi kita untuk menanti kedatangan Tuhan dengan sukacita. Mengapa? Karena kita juga mengalami pengalaman Babel dalam bentuk yang berbeda. Setiap kita memiliki
persoalan hidup yang berbeda.

Persoalan yang menantang kita sampai ke titik ekstrim, yaitu mempertanyakan eksistensi Allah: “Kalau Allah mahabaik, mengapa ada penderitaan, kemalangan, dan kejahatan di bumi?” Belajar dari pengalaman bangsa Israel, mereka mengalami keselamatan karena Tuhan mengasihi mereka. Allah memberi damai sejahtera, belas kasih dan kebenaran-Nya bagi kita yang percaya kepada-Nya.
Dalam Bacaan kedua (Flp 1:4-6.8-11), Paulus menunjukkan leadershipnya dengan mendoakan anggotanya.

Setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil dari hari pertama sampai sekarang. Allah telah memulai karya yang baik di antaramu, akan melanjutkannya sampai pada hari Kristus Yesus.” Doa bagi Paulus adalah sebuah kebutuhan pokok bersama Tuhan. Doa Paulus menjadi doa Gereja untuk selalu terbuka kepada Tuhan, mewujudkan kesucian panggilannya dan layak menerima Tuhan.

Akhirnya Injil (Luk 3:1-6), menghadirkan figur inspiratif, yaitu Yohanes Pembaptis. Yohanes dipilih Tuhan untuk menyiapkan jalan bagi-Nya dengan seruan tobat. Sebagai wujud konkret seruan tobat, dia membaptis banyak orang di sungai Yordan. Baptisan Yohanes disebut baptisan pertobatan. Semangat pertobatan yang dibangun setiap pribadi akan membuat semua orang dapat melihat keselamatan yang dari Tuhan.

Sabda Tuhan hari ini sangat kaya maknanya. Biarkan semua orang melihat keselamatan dari Tuhan. Dialah satu-satunya pokok keselamatan kita. Yesus Kristus adalah satu satunya Juru Selamat kita. Maka, tinggalkan segala jimat dan kuasa duniawi. Sabda Tuhan juga memampukan kita memahami semua pengalaman hidup harian kita. Kita memiliki pengalaman Babel, ada suka dan duka sendiri.

Namun Tuhan tidak pernah membiarkan umat-Nya menderita dalam “Babel kehidupan“. Dia akan berusaha menyadarkan dan menyiapkan keselamatan yang datang dari Tuhan. pakah anda percaya kepada akan warta ini?

Berkah Dalem

RD. St. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here