HARI MINGGU ADVEN I – 2 DESEMBER 2018

BANGKITLAH DAN ANGKATLAH MUKAMU, SEBAB PENYELAMATANMU SUDAH DEKAT

Kita memasuki Masa Adven. Masa Adven adalah masa penantian atau persiapan menyambut kedatangan Penyelamat Dunia. Persiapan merupakan saat atau sesuatu yang penting dalam melaksanakan sesuatu. Persiapan yang baik merupakan tanda keberhasilan. Orang yang sungguh mempersiapkan dengan
baik pasti akan berhasil.

Apa yang mesti kita persiapkan selama masa Adven? Antara lain : “hidup doa“, “sikap hati dan diri” seperti disabdakan Yesus. “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia” (Luk 21:36).

Selama masa Adven kita juga melaksanakan pendalaman iman (AAP), dengan tema : “Membangun Peradaban Kasih Terhadap Air Sumber Kehidupan.” Kita percaya Panitia Khusus Keuskupan Sufragan Bogor telah mempersiapkan bahan pendalaman iman (AAP) secara cermat, maka jangan disia-siakan. Tentu selain berpartisipasi dalam kegiatan pendalaman iman secara bersama, hendaknya juga diusahakan hidup doa secara pribadi.

“Angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat” (Luk 21:28).
“Mengangkat muka” berarti mengarahkan diri kepada Penyelenggaraan Ilahi atau kehadiran dan karya Tuhan dalam hidup sehari-hari. Dengan kata lain dalam cara hidup dan cara bertindaknya orang selalu berorientasi kepada hal spiritual atau rohani.

Hal ini tidak berarti lalu kita tidak bekerja sebagaimana mestinya, tetapi menghayati aneka tugas pekerjaan, pelayanan dan kewajiban sebagai sarana bagi kita untuk semakin membuka diri pada Penyelenggaraan Ilahi. Demikian kita bersiap menyambut kedatangan-Nya di hari Natal nanti. Secara pribadi atau bersama, kita dapat mendoakan orang lain yang layak kita doakan, entah itu
saudara, sahabat atau siapapun.

Secara khusus kita doakan juga para donator dan dermawan yang bermurah hati terhadap Gereja kita. Memasuki masa Adven selama bulan Desember ini, kita juga diajak mengenangkan hari-hari tertentu, misalnya “Hari Hak Asasi Manusia” (10 Desember), “Hari Kesatuan Nasional” (13 Desember), “Hari Ibu” atau “Hari Sosial” (22 Desember).

Selanjutnya marilah kita renungkan sapaan Santo Paulus ini : “Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.” (1Tes 3:13). Pengakuan dan penghayatan diri sebagai orang berdosa yang dikasihi Tuhan, kiranya merupakan kebenaran iman kita.

Maka berbahagialah dan bersyukur, jika Anda dapat mengakui dan menghayati diri sebagai orang berdosa yang dikasihi Tuhan. Hal ini merupakan rahmat atau anugerah Tuhan, bukan hasil perjuangan atau keringat kita. “Selamat Memasuki Masa Adven.”

Berkah Dalem

RD. St. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here