HARI MINGGU PASKAH II 28 APRIL 2019 (MINGGU KERAHINAN ILAHI)

TEMA : “KUALITAS IMAN MENENTUKAN ARAH HIDUP KITA

Minggu Paskah II sebagai Minggu Kerahiman Ilahi. Santo Yohanes Paulus II pernah menegaskan, “tidak ada apapun lainnya, yang paling dibutuhkan oleh manusia melebihi kerahiman!” Menurut Injil, Yesus menunjukkan kedua belah tangan dan lambung-Nya kepada para Rasul. Ia ingin menegaskan bahwa luka-luka-Nya, khususnya di lambung Tuhan Yesus adalah sumber yang mengalirkan rahmat kerahiman Allah kepada umat manusia.

Pada Hari Minggu Paskah II atau Minggu Kerahiman Ilahi, saat itu Paus Yohanes Paulus II menyampaikan kepada kita pesan Tuhan yang disampaikan kepada Santa Faustina, bahwa jawaban khusus dan definitif Allah kepada masalah dan kerinduan umat manusia dewasa ini, yang mengalami kesengsaraan dan penderitaan adalah Kerahiman Allah.

Inilah anugerah Paskah, yang diterima oleh Gereja dari Kristus yang telah bangkit untuk sepanjang abad mendatang. Terkadang kita juga mengalami seperti yang dialami oleh para murid Yesus. Diri kita makan dalam ruangan yang tertutup semuanya. Gelap dan tidak tahu jalan keluar. Namun kita tidak perlu kuatir Tuhan yang kita imaniakan hadir dan “menembus” ruang hati kita yang tertutup rapat dan mengatakan “damai sejahtera” bagi kita.

Salam dan sapaan Yesus itulah yang akan memberikan kedamaian dan ketenangan bagi kita. Bahkan Yesus akan menghembusi kita dengan Roh-Nya sehingga hidup kita yang “mati” menjadi “hidup” kembali. Atau mungkin dalam hidup beriman kita juga kerap ragu ragu seperti Tomas. Dalam situasi ragu, janganlah kita justru menjauh dari Tuhan Yesus Kristus. Memang benar bahwa kualitas iman itu akan menentukan arah hidup kita.”

Semakin jauh dari Tuhan Yesus, kita justru tidak akan mendapat jawaban atas keraguan kita. Tuhan Yesus tidak akan meninggalkan kita seorang diri. Tuhan Yesus akan selalu menemani kita, baik dalam keadaan suka maupun duka. Tuhan Yesus mengundang kita semua untuk tidak takut mendekat pada-Nya. Ajakan untuk tidak takut itu juga dinyatakan oleh Tuhan Yesus kepada Yohanes, Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata “Jangan takut” (Why 1:17).

Para murid yang ketakutan pun (Yoh 20: 19) dibebaskan Yesus yang bangkit dengan setiap kali menyatakan kepada mereka : “Damai sejahtera bagi kamu” (Yoh 20:19,21,26), Tuhan yang kita imani adalah Dia yang Maharahim dan berbelas-kasih.

Karena telah melihat Aku, Tomas, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat,namun percaya.”

Berkah Dalem

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here