PEMBUKAAN MINGGU BULAN KITAB SUCI

TEMA : “JADILAH PELAKU FIRMAN YANG BAIK

Kita memasuki Minggu Biasa ke XXII. Gereja menetapkan Minggu ini sebagai Minggu Kitab Suci Nasional. Setelah pada tahun 2017 mengajak kita “Mewartakan Kabar Gembira dalam Gaya Hidup Modern”, kini LBI mengajak kita untuk melihat konteks kemajemukan sebagai lahan subur untuk pewartaan.

Kita diajak membaca dan merenungkan Sabda Tuhan sehingga berani “Mewartakan Kabar Gembira dalam Kemajemukan” (2018). Sebagai warga negara Indonesia, kita menyadari Indonesia memiliki kemajemukan agama, golongan, budaya, suku, bahasa, dan ekonomi.

Ribuan pulau di bumi Nusantara menciptakan keragaman sampai memunculkan tekad bersama Bhinneka Tunggal Ika. Nusantara dengan segala kemajemukan yang ada adalah tanah tempat benih Sabda Tuhan ditaburkan, tempat Kitab Suci harus diwartakan, dan tempat setiap anak Tuhan harus memberi kesaksian iman.

Lalu apa yang harus kita lakukan? Dalam ketiga bacaan minggu ini kita menemukan pokok refleksi dan diharapkan kita mampu mewujud-nyatakan dalam kehidupan kita. Pertama, Pertobatan batin atau metanoia. Orang perlu sekali lagi bermetanoia, yaitu mengubah kiblat atau arah hidupnya hanya kepada Tuhan.

Kedua, menjadi pelaku Sabda. Santo Yakobus dalam bacaan kedua mengharapkan agar kita semua dapat menjadi pelaku Sabda. Jadi Sabda Tuhan tidak hanya menjadi kata atau Sabda (logos) yang didengar. Kita tidak berhenti melainkan melaksanakannya di dalam hidup.

Ketiga, Perbuatan-perbuatan kasih seperti mengunjungi anak-anak yatim-piatu dan janda-janda dalam kesusahan merupakan wujud konkret seorang pelaku Sabda Tuhan.

“Selamat Memasuki Bulan Kitab Suci Nasional – Semoga kita mampu Mewartakan Kabar Gembira dalam Kemajemukan.”

Berkah Dalem

RD. St. M. Sumardiyo Adipranoto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here